Merger Fakultas, Diganjar Dana Rp 30 M

251
0

Dekan Juga Bakal Digaji Dua Kali Lipat
JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kian gencar mendorong PTN (perguruan tinggi negeri) menjalankan merger atau penggabungan fakultas serumpun. Yang berani melakukannya bakal diganjar insentif Rp 3 miliar dan dekannya digaji lipat dua.
Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti (SDID) Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menuturkan Menristekdikti Mohamad Nasir sudah sosialisasi tawaran merger itu. ”Kemarin (30/11, Red) beliau sampaikan juga di Unhas Makassar,” katanya seusai seminar nasional program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Jakarta Jumat (1/12).
Ghufron menjelaskan, tantangan pengelolaan perguruan tinggi saat ini adalah keterbatasan sumber daya. Baik itu sumber daya keuangan maupun pegawai. Sementara tuntutan pembelajaran yang berkualitas tidak ada batasnya. Sehingga perlu dilakukan efisiensi struktur dan birokrasi. “Salah satunya dengan merger atau penggabungan fakultas-fakultas yang serumpun,’’ ujarnya.
Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu menuturkan, saat ini dalam satu fakultas dipimpin seorang dekan dan minimal tiga wakil dekan. Misalnya, dalam satu PTN ada empat fakultas yang serumpun, berarti ada empat dekan dan 12 wakil dekan.
Nah, ketika dilakukan merger, tinggal 1 dekan dan tiga wakil dekan saja. Dosen yang sebelumnya menjadi pejabat itu dioptimalkan perannya sebagai pengajar sekaligus peneliti. Sehingga bisa mendongkrak publikasi dan menekan tingkat kekurangan dosen di kampus negeri.
Ghufron mengakui bahwa imbas dari merger itu tugas dekan semakin berat. Sebab, prodi (program studi) yang dipimpin menjadi lebih banyak dari hasil penggabungan itu. Sehingga sangat wajar jika dekan di fakultas hasil merger itu mendapatkan gaji atau tunjangan lebih besar dari saat ini.
Dia mencontohkan, untuk rumpun kesehatan saat ini banyak sekali fakultasnya. Mulai dari fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas kedokteran hewan, fakultas kesehatan masyarakat, fakultas farmasi, dan fakultas keperawatan. ”Dari kesemuanya itu bisa di-merger menjadi Fakultas Kesehatan dan Kedokteran saja,” jelasnya. (wan/ttg/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.