Meski Dihajar Warga, Maling Motor Ini Tak Bonyok, Jimatnya Ditemukan & Langsung..

223
0
Pencuri punya Jimat radartasikmalaya
Warga yang penasaran mendatangi Polsek Susukan ingin melihat dari dekat wajah pencuri yang punya jimat. foto: radarcirebon.com
Loading...

CIREBON – Seorang pria asal Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, disebut-sebut punya jimat ilmu sakti.

Meski jadi bulan-bulanan warga dengan menerima banyak pukulan, ia tak mengalami luka serius.

Saat digeledah, di dompetnya ada kertas yang diduga sebagai jimat. Warga pun heboh.

Ada yang penasaran sampai mendatangi kantor polisi karena ingin melihat dari dekat pria tersebut.

Data yang diterima Radar Cirebon, pria itu berinisial EF (29).

loading...

Ia diamuk masyarakat Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Penyebabnya, tersangka melakukan pencurian sepeda motor jenis Honda Beat dengan nopol E 3968 JM milik Fadli (17).

Peristiwa itu terjadi Jumat siang (29/1) sekitar pukul 12.45 WIB.

Semula motor korban diparkirkan di samping rumahnya yang berlokasi di RT 02 RW 01, Blok 1, Desa Kedongdong.

Pelaku yang lewat di sekitar rumah korban, melihat motor yang kunci kontaknya masih nyantol di motor.

Melihat adanya kesempatan, EF kemudian memantau lokasi sekitar.

Setelah dianggap aman, ia kemudian masuk ke pagar rumah korban.

Pelaku menyalakan kunci kontak dan mendorong motor keluar dari garasi.

Apes, praktik kejahatannya itu tepergok oleh ibu korban Hj Ebah (50). Sang ibu langsung berteriak.

“Korban tahu dari ibunya. Korban langsung keluar dan mencegat pelaku dengan memegang motor sambil meminta tolong ke warga setempat,” ujar Kaur Umum (mandor) Desa Kedongdong, Reza Fahmi.

“Mendengar teriakan, seketika warga setempat ramai berdatangan, lalu memukul pelaku,” sambungnya.

Reza mengaku mendapatkan informasi dari masyarakat langsung bergegas ke lokasi kejadian.

Sampai di lokasi, pelaku saat itu sudah dimassa oleh masyarakat.

Ia berusaha menahan massa dan membawa pelaku ke kantor Balai Desa Kedongdongan yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian.

Masyarakat semakin ramai berdatangan melihat pelaku.

“Masyarakat semakin ramai. Sehingga pelaku dibawa menggunakan motor dan masuk ke kantor balai desa agar tidak diamuk warga,” ujarnya.

Sampai di kantor balai desa, aparat desa terheran-heran. Meskipun sudah dimassa, tapi muka pelaku tanpa lecet dan tidak terluka.

Reza kemudian mencoba menggeledah pelaku untuk menemukan identitasnya. Ternyata di dalam dompet pelaku ditemukan jimat kertas.

“Pantas saja tidak memar, pelaku bawa jimat. Jimat itu kami bakar, baru ia merasakan kesakitan,” ungkapnya.

“Saat kita interogasi, pelaku mengakui kalau ia mau mengambil motor korban. Ia ngakunya sendirian, tidak ada temannya. Kami laporan ke Polsek Susukan,” sambung Reza.

Tak lama kemudian, anggota Polsek Susukan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Susukan Iptu Ebo Bohari tiba di kantor balai desa.

Polisi langsung masuk ke kantor balai desa dan membawa pelaku keluar dan dimasukkan ke mobil.

Meskipun dikawal oleh polisi, tetap saja banyak warga yang mengambil kesempatan memukul pelaku. Untungnya hal itu dapat diatasi polisi.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Susukan untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Namun, sejumlah masyarakat juga mengikuti pelaku hingga ke polsek.

“Masyarakat memang sudah geram. Dulu pernah kejadian curanmor juga,” tandas Reza.

Sementara itu, Kapolsek Susukan Iptu Ebo Bohari membenarkan adanya salah satu pelaku curanmor yang diamakan.

Pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat saat usai melaksanakan Salat Jumat.

Kapolsek dan anggotanya langsung bergegas ke lokasi kejadian.

“Meskipun banyak masyarakat, tapi kami berhasil mengevakuasi pelaku dari amukan massa yang sudah berkumpul di depan Balai Desa Kedongdong. Sekarang pelaku sudah diamankan di Polsek Susukan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (cep/radarcirebon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.