Meski Surplus, Pemerintah Tetap Impor Jagung

13

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) akan kembali melakukan impor jagung maksimum 100.000 ton lewat Perum Bulog. Langkah impor dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi antar kementerian.

Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro mengatakan, produksi jagung tahun 2018 mengalami surplus. Bahkan telah beberapa kali melakukan ekspor ke negara-negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia. “Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP) Kementan, produksi jagung dalam 5 tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49% per tahun. Itu artinya, 2018 produksi jagung diperkirakan mencapai 30 juta ton pipilan kering (PK)

Hal ini juga didukung data luas panen per tahun yang rata-rata meningkat 11,06%, dan produktivitas rata-rata meningkat 1,42% (BPS,2018),” kata Syukur saat konferensi pers di Gedung A Kementerian Pertanian pada, Sabtu (3/11)

Dijelaskan Syukur, produksi jagung terbesar ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontolo, Lampung, dan provinsi lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, kebutuhan jagung tahun ini diperkirakan sebesar 15,5 juta ton PK.

“Artinya Indonesia masih surplus sebesar 12,98 juta ton PK, dan bahkan Indonesia telah ekspor jagung ke Filipina dan Malaysia sebanyak 372.990 ton,” jelasnya.

Lanjutnya, secara umum produksi jagung nasional saat ini sangat baik. Di wilayah Indonesia Barat panen terjadi pada Januari-Maret, atau mencakup 37% dari produksi nasional. Sedang di wilayah Indonesia Timur, panen cenderung mulai April-Mei.

“Sentra produksi jagung tersebar di 10 Provinsi,” tutup Syukur. (rba/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.