Meski Target Diturunkan, Retribusi Parkir di Kota Tasik Sulit Tercapai

77
0
radartasikmalaya.com
Plt Wali Kota Tasik, HM Yusuf saat menghadiri rakor di Aula Bapenda, Selasa (17/11) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Plt Wali Kota Tasikmalaya, HM Yusuf mengatakan, penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bukan pajak (retribusi) ada beberapa poin (ayat) yang tak bisa memenuhi target menjelang pergantian tahun ini.

Hal itu diungkapkan dia usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasik, Selasa (17/11) siang.

Dia mencontohkan retribusi yang sulit memenuhi target di tahun ini contohnya adalah retribusi dari parkir.

“Saya mengevaluasi kaitan dengan pajak pendapatan retribusi daerah. Karena tinggal beberapa waktu lagi, sekitar satu bulan setengah ke pergantian tahun,” ujar Yusuf usai rakor kepada radartasikmalaya.com.

“Kalau target pajak kita apresiasi ya. Hampir semuanya ayat pajak itu sudah terlampaui. Masih ada waktu ini untuk mengejar ayat pajak, hanya retribusi ada beberapa ayat yang keliatannya sulit untum diprediksi mencapai target,” sambungnya.

Dia mencontohkan salah satunya adalah retribusi parkir di badan jalan yang sulit dipenuhi menjelang pergantian tahun 2020-2021.

“Ini memang sudah kita turunkan targetnya saat APBD Perubahan tapi masih belum tercapai. Kalaupun kita genjot dalam sebulan setengah ini kemungkinan 100 persen tak bisa,” terangnya.

Tapi, beber Yusuf, sebagian besar di ayat-ayat retribusi ini sudah siap mencapai target walaupun masih ada yang baru 70 persen. Namun laporan terakhir sudah ada yang 80 hingga 96 persen.

“Termasuk dari IMB yang dikelola BPPT sudah terlampaui targetnya. Semoga semuanya lancar ya. Karena saya konsen soal pendapatan ini karena berkaitan dengan belanja yang sudah kita tetapkan,” tambahnya.

Jadi, jelas Yusuf, pendapatan mengejar belanja yang sudah ditetapkan, supaya bisa tertutupi agar tak kerepotan. Retribusi parkir itu target awalnya dihitung dari potensi tapi memang belum ada potensi yang benar.

“Maka solusinya di tahun depan sudah saya tekankan dalam rakot tadi bahwa target dihitung dari potensinya. Jangan tak mengukur dari itu,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.