Miftahul Huda-Indomaret Berdamai, Santriwati yang Menjadi Korban Akan Segera Direhabilitasi

3198
0
MINTA MAAF. Manajemen Indomaret Jawa Barat bersilaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Miftahul Huda KH Asep Maoshul Affandy di Manonjaya, Tasikmalaya, Minggu (5/1). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
MINTA MAAF. Manajemen Indomaret Jawa Barat bersilaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Miftahul Huda KH Asep Maoshul Affandy di Manonjaya, Tasikmalaya, Minggu (5/1). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Persoalan antara Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya dengan Indomaret sudah mencapai kesepakatan damai. Namun demikian, ada kewajiban pihak manajemen Indomaret masih harus dituntaskan.

Minggu sore (5/1), manajemen Indomaret bersilaturahmi ke Ponpes Miftahul Huda. Mereka meminta maaf secara langsung atas sikap pegawainya yang membuat tidak nyaman salah satu santriwati ketika berbelanja ke Indomaret Manonjaya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyatakan islah atas persoalan yang sempat memantik massa santriwati mendatangi minimarket itu. Sehingga Indomaret yang selama beberapa hari ini sempat tutup, kini bisa kembali beroperasi.

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda KH Asep Maoshul Affandy mengatakan secara kelembagaan sudah tidak ada masalah antara pesantren dengan Indomaret. Karena apa yang menjadi tuntutan sudah dipenuhi.

“Mereka sudah meminta maaf seperti apa yang kita minta, ya sekarang sudah selesai,” ujarnya usai menerima perwakilan Indomaret di Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Minggu (5/1).

Seiring dengan islah tersebut, kata KH Asep, pihaknya pun mempersilahkan Indomaret di Manonjaya kembali beroperasi. Dengan catatan, permasalahan kemarin menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.

Di samping itu, KH Asep menegaskan Indomaret tetap harus menuntaskan juga persoalan pribadi santriwati yang menjadi korban. Karena efek kejadian kemarin memberikan tekanan psikis terhadapnya.

“Ini kan secara kelembagaan, penyelesaian dengan keluarga (korban) tetap harus dilakukan juga,” katanya.

Disinggung adanya gerakan solidaritas santri dan ulama dari ponpes lain, KH Asep mengaku tidak punya kewenangan melarang. Namun dirinya meminta gerakan apapun harus dilakukan dengan tertib. “Yang terpenting jangan sampai melakukan perusakan,” ujarnya.

Deden Mulyadi, sebagai License Indomaret Cabang Bandung yang membawahi Indomaret se-Jawa Barat mengaku lega atas islah tersebut. Pihaknya akan segera kembali membuka minimarket yang kemarin disoal. “Kita beres-beres dulu, mungkin besok (hari ini.Red) mulai buka,” terangnya.

Soal penyelesaian dengan keluarga korban, dia berkomitmen akan melakukannya. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pendekatan supaya korban bisa pulih dari efek negatif tindakan pegawainya. “Tentu itu akan kami lakukan,” katanya.

Ditanya soal titik permasalahan kasus tersebut, Deden belum bisa memastikan apakah dari Sistem Operasional Procedure (SOP) atau personal pegawai. Karena dia sendiri belum melakukan verifikasi secara mendetail dari kejadian tersebut.

“Perlu kita kroscek dulu, apapun yang jadi permasalahannya akan kita perbaiki,” tuturnya.

Kasus tersebut mengakibatkan adanya gerakan boikot untuk tidak berbelanja ke Indomaret mana pun. Dalam hal ini, Deden belum mengecek ada tidaknya penurunan konsumen namun dipastikan pihaknya mengalami kerugian. “Kalau kerugian pasti ada, khususnya akibat toko yang tutup,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Branch Manajer PT Indomarco Prismatama Indomaret Bandung Dedi Yusuf Apriadi meminta maaf kepada Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya KH Asep Maoushul Affandy, keluarga besar Hamida dan keluarga besar santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya. Permintaan maaf itu menyusul kejadian yang dialami salah satu santriwati di Indomaret Manonjaya Rabu lalu (1/1).

“Kami menyesal dan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan karyawan kami,” ujar Dedi kepada wartawan di Kota Tasikmalaya Minggu dini hari (5/1).

Kata dia, tindakan karyawannya di Indomaret Manonjaya tidak sesuai prosedur, sehingga telah menimbulkan kesalahpahaman.
Kata dia, karyawannya pun telah menyampaikan permohonan maaf kepada santriwati tersebut.

“Ini menjadi pelajaran buat seluruh karyawan kami, sehingga dapat melayani dengan penuh keramahan dan sopan dalam bertutur kata membantu konsumen,” ujar dia.

Pihaknya pun akan memberikan sanksi kepada karyawan itu. “Atas kejadian ini sekali lagi kami minta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda dan Hamida yang telah menerima penjelasan kami,” tambahnya.

Sebelumnya, pengelola Indomaret Area Jawa Barat didesak turun ke Tasikmalaya dan segera memenuhi tuntutan santri dan Pesantren Miftahul Huda Manonjaya. Pihak Indomaret pun didorong segera mengumumkan permintaan maaf di di ruang publik kepada santri yang dituduh mencuri barang serta pondok pesantren. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.