Minat Investor Asing Masih Tinggi

36
0
Loading...

JAKARTA – Di tengah perlambatan ekonomi global, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat investor asing berinvestasi di pasar saham domestik masih cukup tinggi.

Sampai dengan 26 Juni 2019, investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 59,72 triliun. Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) net buy (beli bersih) Rp 90,99 triliun.

“Sementara itu, bila dilihat dalam sebulan terakhir, aksi beli bersih investor asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp 2,89 triliun dan aksi jual sebesar Rp 56,17 miliar,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (27/6).

Diakuinya, menstabilkan ekonomi dan sektor jasa keuangan Indonesia tidaklah mudah karena adanya dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS).

Akibatnya, kata dia, lembaga global seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 2,9 persen menjadi 2,6 persen. Sementara IMF, menurunkan proyeksi dari 3,5 persen menjadi 3,3 persen.

Meskipun demikian, aktivitas keuangan di pasar modal tercatat cukup baik sampai dengan 31 Mei 2019 sebesar Rp 54,76 triliun dari 53 penawaran umum.

Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) menyebutkan, obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap II meraih minat cukup besar dari investor sebesar Rp 4,11 triliun. Perolehan itu lebih tinggi dari target meraup pendanaan sebesar Rp 3,14 triliun.

Loading...

“Meskipun masih kondisi pasar modal masih bergejolak selepas pemilu presiden dan kondisi ekonomi global terdampak perang dagang, namun minat dari para investor terhadap obligasi BTN cukup besar karena kinerja kami positif di mata investor,” kata Direktur Utama BTN Maryono.

“Faktor yang membuat obligasi BTN cukup menarik adalah tingkat bunga yang ditawarkan, karena saat ini kecenderungan yield SUN bertenor 1 tahun, 3 tahun dan 5 tahun yang menjadi benchmark obligasi PUB III BTN tahap II ini melandai dalam kurun 1 bulan ini,” tambah Maryono.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan minat investor dalam membeli Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) di tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya. Hitungan itu berdasarkan rata-rata jumlah penawaran yang masuk di lelang SBN.

Rinciannya yakni rata-rata penawaran SBN yang masuk di pasar primer (incoming bid) tercatat Rp 37,1 triliun per lelang antara Januari hingga Mei tahun ini. Angka ini meningkat 25,72 persen dibanding tahun lalu, di mana incoming bid hanya tercatat sebesar Rp 29,51 triliun. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.