Minimarket di Cipedes Kota Tasik Diontrog Warga

25584
14
PROTES. Sejumlah warga dan pemuda mendatangi salah satu minimarket di Jalan Mitrabatik Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Rabu Siang (30/9).

CIPEDES – Sejumlah warga menggeruduk salah satu minimarket di Jalan Mitra Batik Kecamatan Cipedes. Mereka menyebut pihak toko modern tersebut ingkar dengan kesepakatan yang telah dibangun sejak awal pendirian.

Warga dan karang taruna menuntut hak dan kewajiban atas nota kesepakatan pada 17 Maret 2020 lalu.

Baca juga : Reka Ulang Tukang Cilok Warga Sindangkerta Tasik yang Bunuh Wanita di Indiahiang

“Kami warga dan karang taruna sejak awal sudah membuat kesepakatan dengan pihak minimarket, namun hingga toko tersebut dibuka masih ada poin-poin yang belum direalisasikan, untuk itu kami lakukan demo,” kata koordinator forum warga Ojos disela aksi Rabu siang (30/9).

Ia merinci dalam kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak, tertuang 5 poin perjanjian.

Di antaranya warga RW 02 Panglayungan diprioritaskan sebagai tenaga kerja, pengelolaan parkir dan keamanan oleh karang taruna setempat serta perusahaan memberikan lampu penerangan di sekitar Gang H Sobari dan membersihkan dinding kawasan gang.

“Kemudian masyarakat pun berharap perusahaan bisa ikut dalam kegiatan sosial yang ada di lingkungan serta pengelola mau menerima titipan atau menjual hasil produksi warga,” kata dia.

Namun, kata dia, sejak toko beroperasi, tidak ada satu pun poin kesepakatan direalisasikan. Ia mengancam apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya akan menggelar aksi kembali serta menyarankan pemerintah menutup dan mencabut perizinan toko modern itu.

“Kalau 10 hari tidak ada tindaklanjut, kita akan ajukan penutupan dan pencabutan izin,” tegasnya.

Sementara, Diky perwakilan dari toko modern mengaku ada miskomunikasi antara toko dengan warga setempat. Ia pun baru mengetahui akan adanya nota kesepakatan antara pengelola dengan warga, yang telah dibangun sejak awal tahun lalu.

Baca juga : Nyalip Dari Kiri, Pengemudi Motor Terlindas Truk di Kadipaten Tasikmalaya

“Saya baru tahu kalau ada kesepakatan dengan warga. Kami akan tindak lanjuti tuntutan warga ini,” ucapnya.

Setelah aksi berlangsung lebih dari satu jam, kedua pihak pun menyepakati untuk bermediasi dengan pengawalan petugas keamanan wilayah setempat. (igi)

Loading...
loading...

14 KOMENTAR

  1. Pemerasan berkedok karang taruna dan mengatas namakan warga padahal warga tidak tahu menahu ujung ujungnya minta jatah duit bulanan untuk memperkaya diri hadeuh sudah ketaua. Duluan motifnya.tobat buruan sebelum ajal menjemputmu

  2. Seandainya semua toko modern di kota Tasikmalaya, dalam ijinnya dicantumkan harus menerima atau kerjasama dengan umkm, pasti sangat membantu umkm, tapi sayang sepertinya ngga ada yang seperti itu mah,

  3. mndingan bayar aparart keamanan, dari kodim atw koramil atw polsek, beres urusan, itu mnjdi kebiasaan Aoa haknya mereka itu tuk minta jatah, sama2 pemilik tanah disitu.. masukin aja ke ranah hukum.

  4. Premanisme harus di basmi. Jika memang SDM disana minta kerja di toko tsb, harus asah kemampuan diri, disiplin dan kemampuan kerja. Mana mau toko modern mempekerjakan preman, dan SDM yg berkemampuan rendah? Mulai melatih dan msngasah diri menjadi lbh baik, tinggalkan gaya hidup premanisme krn tidak ada masa depan yg cerah.

  5. Lah eta mah akal-akalan Preman nu hayang markiran nga atas namakeun Warga.
    Pengangguran garoblog
    parkir motor jeung mobil sarua 2.000 kan GOBLOG
    Kudu na mah di basmi euy premanismeu th.

  6. Mungkin yg tidak tahu awalnya d sebut premanisme,yeuh arek ngabuka ijin indomaret teh kdu aya ijin d warga satempat anggeur geus aya kadurukan tawa kajadian nu aneh mah warga kababawana oge

  7. bagaimana mau menghadapi globalisasi dunia yang telah disepakati dunia ….. penngusaha lokal saja sdh diganggu apalagi pengusaha asing deuuuh…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.