Minta 1000 K2 Didahulukan, FHK2I Ingin Diangkat Bertahap Menjadi PNS

330
0
DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA BERKUMPUL. Pengurus FHK2I Kabupaten Tasikmalaya saat mendata jumlah guru honorer yang masuk kategori 2 di Saung Lesehan Cipasung, Singaparna Senin (4/12).

TASIK – Forum Honorer Kategori 2 Seluruh Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tasikmalaya meminta pemerintah daerah mendorong pemerintah pusat mendahulukan 1000 guru honorer K2 diangkat menjadi PNS.
”Data guru honorer sebanyak 4.000 orang yang diajukan BKD (ke pusat, Red), minta honorer K2 dulu yang diprioritaskan,” ujar Ketua FHK2I Kabupaten Tasikmalaya Nasihin SPdi saat diwawancara Radar di Lesehan Cipasung, Singaparna, Senin (4/12).
FHK2I, kata Nasihin, meminta pengangkatan guru honorer K2 menjadi PNS sebanyak dua tahap. Tahun pertama, 2018 dan kedua, 2019. ”Kalau bisa satu tahap, walaupun sebenarnya ranah pengangkatannya ada di pusat,” terang dia.
Menurut Nasihin, di Tasikmalaya, memang dalam satu tahun itu maksimal pengangkatan 700 PNS. Belum pernah lebih. Makanya minta guru honorer K2 diangkat selama dua tahap.
Adapun, untuk mengantisipasi adanya kecemburuan di antara guru honorer K2, kata Nasihin, pemerintah harus menyediakan anggaran dari APBD bagi honorer yang belum diangkat menjadi PNS.
”Jadi sambil menunggu diangkat menjadi PNS, mendapatkan uang kesejahteraan dari pemerintah daerah berupa insentif. Untuk meredam terjadinya kesenjangan diantara guru honorer K2,” ungkap dia.
Sarannya, pemerintah daerah harus menentukan kriteria guru honorer K2 yang didahulukan diangkat jadi PNS. “Dari masa kerja dan usianya,” paparnya.
Kata Nasihin, kalau sudah ada keputusan dari pusat untuk mengangkat K2 secara bertahap, Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai payung hukum untuk pengangkatan K2 direvisi dan diundangkan 2018. ”Karena mau diangkat bagaimana honorer K2 ini, kalau payung hukumnya belum disahkan. Jadi tidak bisa diangkat,” ujarnya.
Sekretaris FHK2I Kabupaten Tasikmalaya Ade Herman SPd menjelaskan dari data terbaru yang dihimpun FHK2I, jumlah honorer K2 di Kabupaten Tasikmalaya tinggal 1.941. Di dalamnya ada 1.000 orang guru honorer. ”Dari 2.047 menjadi 1.941. Berkurang karena ada yang mengundurkan diri dan meninggal,” terang Ade.
FHK2I juga, tambah Ade, meminta pemerintah pusat mendahulukan guru honorer K2 diangkat pada tahap pertama yang masa kerjanya 15-20 tahun ke atas. Kemudian usianya yang masuk 50 tahun ke atas. ”Karena kalau usia 50 tahun ke atas, jika tidak diangkat menjadi PNS keburu pensiun,” jelasnya.
Sekretaris Bidang Advokasi dan Hukum FHK2I Kabupaten Tasikmalaya Nana Suryana menambahkan sambil menunggu pengangkatan guru honorer menjadi PNS, pemkab harus memberikan insentif berkelanjutan. ”Walaupun jumlahnya kecil, Rp 250 ribu per bulan, yang penting ada pengakuan dan perhatian dari pemerintah daerah,” terang dia.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan 4.000 guru honorer diangkat menjadi CPNS tahun depan.
Kepala Bidang Data Perencanaan dan Pengendalian Pegawai BKD Kabupaten Tasikmalaya Ari Fitriadi SSTP MSi menjelaskan kuota 4.000 CPNS untuk guru honorer di Kabupaten Tasikmalaya sudah diusulkan ke pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PNS.
Ari sangat mengapresiasi respons Presiden Jokowi yang memprioritaskan guru honorer diangkat menjadi CPNS. “Sekarang memang yang paling penting, kekurangan itu ada di guru,” ungkap Ari Minggu (3/12). Saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-72 di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (2/12), Presiden Jokowi akan memprioritaskan pengangkatan CPNS dari guru honorer.
Sebanyak 4.000 guru honorer yang diajukan BKD ke pusat, terang Ari, sebanyak 2.047 diantaranya adalah honorer kategori 2 (K2) dan sisanya guru sukarelawan (sukwan). ”Mudah-mudahan semua diangkat menjadi PNS secara bertahap. Ada realisasi sesuai kebutuhan, ya kalau tidak bisa semua, kita hitung lagi yang betul-betul urgen untuk diangkat PNS,” terang Ari.
Kalau sebagian honorer diangkat menjadi PNS, kata Ari, sisanya bisa diarahkan menjadi guru bantu atau menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K). “Karena kebutuhan guru betul-betul urgen sekali,” jelasnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.