Si Pemanjat Tiang Bendera Masuk Istana

Minta Sepeda dan Rumah, Lalu Diajak ke TMII

3
Yohanes Ande Kala alias Joni, siswa SMP asal Desa Silawan, Nusa Tenggara Timur, yang melakukan aksi heroik memanjat tiang bendera, akhirnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Joni hadir di Istana Negara, Senin (30/8/2018) siang--RAKA DENNY/JAWAPOS

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

“Kamu puya keyakinan bisa sampai ke puncak,” tanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada bocah itu. Yang ditanya, dengan wajah polos dan senyum malu-malu menjawab, “Punya keyakinan.”

Bocah itu adalah Yohanes Ande Kala, si pemanjat tiang bendera yang aksinya saat upacara 17 Agustus di Belu, Nusa Tenggara Timur, menarik perhatian luas. Berada di Jakarta atas undangan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, kemarin Joni, sapaan akrabnya, bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi mengaku sangat cemas saat menonton video aksi Joni yang viral. Apalagi, tiang yang dinaiki cukup ringkih dan lumayan tinggi.

Berdasarkan perkiraannya, tingginya mencapai 20 meter. Kecemasannya juga makin menjadi-jadi saat melihat Joni sempat berhenti di tengah perjalanan.

Jokowi menuturkan apa yang dilakukan Joni terhitung sangat berbahaya dan semestinya bisa di ingatkan. Namun di sisi lain, dia mengapresiasi keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih yang diperlihatkan Joni.

“Saya kemarin baca wawancaranya dengan Joni. Ingin agar Merah Putih terus berkibar,” imbuhnya disambut tepuk tangan tamu undangan.

Dalam pertemuan tersebut, presiden juga menawarkan Joni untuk meminta apapun kepadanya.
Setelah dua kali ditanya, Joni yang sempat diajak menyaksikan seremoni pembukaan Asian Games 2018 meminta sepeda dan rumah. “Minta (di) bikinin rumah saja,” kata dia.

Jokowi pun menyanggupinya. Sebagai hadiah tambahan, Joni juga akan diajak bermain di Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah. “Ini masih dunia anak-anak, jangan dibawa yang sulit-sulit,” katanya.

Berbagai kalangan pun turut mengapresiasi aksi heroik Joni.
PLN memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 84 juta yang dananya masih bisa disesuaikan. Selain itu, PLN juga memberikan dana Rp 50 juta untuk renovasi rumah kepada keluarga Yohanes.

“Adik ini memiliki inisiatif dan keberanian yang tinggi. Kita beri beasiswa hingga S1 dan bantuan renovasi rumah. Apa yang dilakukan Yohanes juga tak lepas dari didikan orang tuanya,” ungkap Direktur Utama PLN Sofyan Basir saat penyerahan secara simbolis apresiasi tersebut di Kantor Pusat PLN kemarin (20/8).

Selain Yohanes, PLN juga memberikan bantuan beasiswa pendidikan hingga S1 untuk Danil Danuri Tumanduk (Siswa SMAN 9 Berau) dan Serma Timbul Prawoto (Babinsa Koramil 20 Cawas Kodim 0723/ Klaten).

Khusus untuk Serma Timbul Prawoto, beasiswa akan diberikan untuk putranya. Pemberian beasiswa tidak terlepas dari aksi heroik mereka pada saat upcara HUT RI ke-73 kemarin. Sofyan menambahkan, ketiganya memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, resiko, membanggakan dan bisa menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia. (vir/far/jpg)

loading...