Minta Warisan Lebih, Adik Tewas Dihantam Linggis oleh Kakak Ipar di Cirebon

52
0
radartasikmalaya.com
Kapolsek Sedong AKP Uton Hermawan (kiri) mendatangi rumah keluarga yang ribut warisan hingga berujung korban jiwa. (radarcirebon)
Loading...

CIREBON – Gara-gara ribut harta warisan, seorang berinisial SW (57) meregang nyawa.

Dia dihantam linggis di bagian dahi, oleh kakak iparnya berinisial MN (61).

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon ini, berawal saat SW mendatangi rumah MN, Minggu (03/01) sekitar pukul 18.00.

SW datang dengan emosi memuncak. Meminta harta warisan lebih kepada kakaknya.

Awalnya berjalan baik. Keluarga tak melarang SW meminta harta lebih, asalkan sesuai dengan aturan yang jelas.

Loading...

Tapi, SW diduga sudah kadung emosi. Dia merasa tidak adil soal bagi-bagi harta warisan.

Akibatnya, terjadilah cekcok antar SW dan anak serta istri dari MN.

SW diduga sempat mendorong anak MN. Bahkan akan memukulnya.

Nah, MN yang melihat anak dan istrinya diperlakukan tidak baik itu pun tersulut emosi. Ia langsung mencari alat yang ada di dekatnya.

“Awalnya korban merasa tidak adil dengan pembagian warisan. Korban juga sempat akan mukul anak tersangka. Sehingga tersangka ingin melindungi anak dan istrinya,” ujar Kapolsek Sedong AKP Uton Suhartono, kemarin.

“Ia langsung mengambil besi linggis berukuran 45 cm dan memukulkannya ke bagian dahi korban,” sambungnya.

Pukulan yang keras itu langsung membuat korban jatuh pingsan.

Melihat adik iparnya yang pingsan penuh darah dan dahi pecah, pelaku langsung ikut menolong dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Bahkan, pelaku sendiri yang membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban kemudian dirujuk ke RS Cideres, Majalengka.

Sayang, tulang dahi yang pecah membuat korban tak tahan menahan rasa sakit.

Ia menghembuskan napas terakhir dalam perawatan RS Cideres pada Selasa (5/1) sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban kemudian dimakamkan di Pemakaman Hulu Daeyuh, Desa Panambangan, Kecamatan Sedong.

“Setelah korban dimakamkan Rabu siang (6/1) keluarga korban mendatangi Polsek Sedong melaporkan kejadian tersebut,” katanya.

“Usai menerima laporan itu, kami langsung mengamankan tersangka di rumahnya tanpa perlawanan,” sambung kapolsek. (radarcirebon)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.