Miras Oplosan Renggut Dua Nyawa, Minum Alkohol 96 Persen Dicampur Minuman Berenergi

7842
1
MINTA KETERANGAN. Salah satu korban miras oplosan MU (17) saat dimintai keterangan oleh Unit Reskrim Polsek Singaparna di RSUD SMC, Rabu (25/12). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Dua remaja asal Kampung Gunungkokol Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna tewas, setelah overdosis menenggak alkohol 96 persen yang dicampur minuman berenergi, Selasa malam (24/12).

Remaja tersebut yakni YS (21) dan AG (21), keduanya langsung dikebumikan pihak keluarga di TPU Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna. Usai mendapat kepastian dari kepolisian meninggal akibat mengonsumsi miras oplosan.

Sementara dua teman korban lainnya, SN (20) dan MU (17) yang masih satu kampung dengan dua remaja tewas. Kini tengah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC) hingga Rabu malam (25/12).

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK menjelaskan dua pemuda yang tewas tersebut akibat telah mengomsumsi miras dengan kadar alkohol hingga 96 persen dicampur minuman berenergi pada Minggu (22/12).

Awalnya, kata Dony, YS memesan alkohol 96 persen secara online lewat media sosial miliknya. Kemudian sekitar pukul 17.00 sore (22/12), YS meminta ketiga temannya AG, SN dan MU ke rumahnya “Lalu ketiga temannya membawa minuman berenergi, setelah itu alkohol 96 persen yang sudah diracik dengan minuman berenergi diminum bersama-sama di rumah YS,” ujar Dony kepada wartawan saat klarifikasi di Mako Polres Tasikmalaya, Rabu (25/12).

Setelah itu, lanjut Dony, efek dari minum alkohol dengan kadar 96 persen yang di oplos tersebut terasa oleh YS dan AG, Selasa dinihari (24/12). Keduanya kemudian mengalami mual, pusing dan muntah berkepanjangan.

Loading...

“Keluarga YS lalu membawa anaknya ke RSUD SMC untuk dirawat Selasa (24/12) sore, namun nyawa YS tidak tertolong dan meninggal pukul 19.45. Sementara Ag meninggal di rumahnya Selasa (24/12) pukul 17.30, setelah sebelumnya sempat di bawa ke dokter praktik di Singaparna,” kata Dony.

Sedangkan kedua teman YS, yakni SN dan MU, masih dirawat di RSUD SMC karena mengalami hal yang sama. “Kedua teman YS pun sama, mengalami

mual, pusing dan muntah. Tetapi masih bisa ditolong, dan kondisinya kini mulai membaik,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter dan uji laboratorium yang dikeluarkan RSUD SMC, sambung Dony, diketahui YS dan AG keracunan alkohol berkadar 96 persen yang dicampur minuman berenergi. “Sehingga mengalami kerusakan organ tubuh pada lambung dan jantung, hingga menyebabkan meninggal dunia,” terangnya.

Dokter jaga RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Nadira menerangkan Selasa (24/12) pihaknya menerima dua pasien, YS terlebih dahulu kemudian disusul SN dan MU.

“Saat tiba di IGD pukul 17.30, kondisi YS sudah drop, kemudian petugas medis dan dokter mengambil langkah tindakan. Bahkan sampai tes jantung, namun nyawa YS tidak tertolong, karena gagal jantung dan kerusakan di lambung. Dan meninggal pada malam harinya pukul 19.45,” jelas dia.

Sedangkan SN dan MU, tambah dia, kondisinya mulai stabil dan normal, setelah diberikan tindakan medis. Keduanya mulai pulih, karena minuman keras yang dikonsumsi tidak terlalu banyak.

Salah seorang pasien korban miras oplosan, MU (17) mengaku meminum alkohol 96 persen yang dicampur minuman berenergi, karena diajak YS dan AG. “Saya tidak minum banyak, jadi hanya terasa pusing dan mual,” tuturnya.

Sementara itu orang tua YS, Nanang (50) mengaku tidak mengetahui anaknya bersama ketiga temannya, pada Minggu (22/12) mengonsumsi miras oplosan.

“Saya enggak tahu, pas hari Minggu (22/12) kan anak saya bersama tiga temannya di ruangan belakang rumah katanya mau nonton bola, enggak tahu minum miras,” ungkap dia.

Nanang justru baru mengetahui anaknya mengeluh sakit di bagian dada, hingga mual, pusing dan muntah pada Selasa dini hari (24/12).

“Ya langsung saya kasih obat masuk angin awalnya, tetapi tidak mempan, Selasa (24/12) sorenya anak saya dibawa ke RSUD SMC buat dirawat, namun nyawanya tidak tertolong,” terangnya.

Sebagai orang tua, Nanang, sangat menyesal karena anaknya sampai meninggal dunia akibat miras oplosan. Tetapi pihaknya menerima sebagai musibah dan takdir dari Allah SWT.

KEDUA KALINYA

Pada 22 Agustus 2019, pesta minuman keras (miras) yang dilakukan delapan anak baru gede (ABG) asal Desa Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya berujung duka. Sebab, dua diantaranya meninggal dunia dan satu orang kritis.

Mereka diketahui menenggak alkohol dengan kadar 96 persen yang dicampur minuman berenergi. Akibatnya, mereka mengalami sesak di bagian dada hingga sulit bernafas.

Plh Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya SIK mengakui adanya pesta miras yang menyebabkan remaja meninggal dunia. ”Ya memang ada kejadian itu, dua remaja wafat, satu kritis dan lima lainnya mendapatkan perawatan,” ujarnya kepada wartawan kemarin (22/8).

Meninggalnya dua orang remaja tersebut, kata Sunarya, diduga akibat meracik alkohol kadar 96 persen dengan minuman berenergi yang ditambah satu teko air putih. ”Para remaja itu kemudian mengalami sesak di bagian dada,” ungkapnya.

Hal ini membuat semua remaja mendapat perawatan di Puskesmas Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Tetapi, dua remaja bernama AP (19) asal Kampung Ciawi Desa/Kecamatan Bojonggambir dan RFR (17) asal Kampung Ciawi Desa/Kecamatan Bojonggambir meninggal dunia. Sedangkan IS (18) warga Kampung Sukasari Desa/Kecamatan Bojonggambir kritis.

Sementara lima remaja lainnya, yakni RA (19), UK (19), TP (18), YD (19) serta BY (19 hanya menjalani rawat jalan di Puskesmas Bojonggambir. “Mereka (lima korban, Red) kondisinya mulai membaik, sehingga hanya rawat jalan,” paparnya.

Sunarya menambahkan kronologis pesta miras terjadi, saat AP pada Senin (19/8) sekitar pukul 15.00 mengajak teman-temannya berkumpul di rumahnya Kampung Ciawi Kecamatan Bojonggambir. Kemudian AP membeli alkohol dari salah satu situs jual beli online. Setelah barang yang dipesan datang, AP bersama rekan-rekannya kemudian meracik alkohol tersebut.

Tak lama usai menenggak miras, AP bersama ketujuh temannya mengalami muntah-muntah disertai pusing dan sesak nafas.

Selanjutnya, pada Selasa (20/8) ke delapan remaja itu dibawa ke Puskesmas Bojonggambir, tetapi nyawa AP dan RFR tidak tertolong. Karena sudah mengalami over dosis parah. Sementara satu temannya IS kritis.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Ngadiman SH menegaskan masih mendalami kasus kematian dua remaja yang diduga akibat miras oplosan tersebut.

“Anggota sudah terjun ke TKP, dan mendalami kronologis hingga merenggut nyawa itu. Atas keterangan dan informasi masyarakat memang ke delapan orang tersebut menenggak miras oplosan, bersama-sama,” ujarnya.

Ngadiman mengungkapkan pihaknya akan mendalami lebih lanjut kaitan alkohol kandungan 96 persen yang didapatkan para remaja tersebut. “Yang jelas fakta di lokasi, mereka pesan alkohol lewat pemesanan jasa online,” tandasnya. (dik)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. murangkalih teh sajabi sakola teh kedah bari mondok atanapi masantren insya Allaah sepuh na tengtrem.. soal biaya mah relatif bahkan aya nu gratis berkat jasa agniya sr ulama.. cobi ari tos kajantenan mah hanjakal…
    santrimah minin jadi pekat…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.