Penjual Merupakan Muka Lama, Istri Lanjut Usaha Suami

Miras Stok Malam Takbir Dimusnahkan

46
0
DIGILING. Ribuan botol miras dan alkohol 70 persen dimusnahkan di Mapolres Garut Selasa (28/5). Yana Taryana / Rakyat Garut

KARANGPAWITAN – Sebanyak 6.250 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan jenis serta alkohol 70 persen dimusnahkan di halaman Mapolres Garut Selasa (28/5). Ribuan botol miras itu diamankan selama tiga pekan operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Polri, TNI serta Satpol PP.

“Jadi miras ini untuk stok malam takbir, tetapi berhasil kita amankan,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di Mapolres Garut Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Karangpawitan kemarin.

Menurut dia, miras yang dimusnahkan kebanyakan berasal dari wilayah Karangpawitan dan Tarogong Kidul. Penjualnya merupakan orang lama. “Dulu suaminya yang jual. Setelah suaminya meninggal, malah diteruskan sama istrinya,” terang dia.

Dari keterangan penjual, kata dia, miras itu akan diedarkan mendekati malam Lebaran. Hal itu karena permintaan miras di malam takbir tinggi. “Itu buat stok hari raya. Makanya kami terus lakukan razia biar tidak beredar,” katanya.

Selain miras, operasi penyakit masyarakat akan menyasar praktik prostitusi dan perjudian. Budi menyebut dari hasil razia pihaknya menemukan alkohol 70 persen yang merupakan obat antiseptik. “Alkohol itu nantinya dicampur dengan bahan lain. Memang buat dikonsumsi, makanya kami sita,” ucapnya.

Budi menerangkan kebanyakan miras yang beredar di Garut berasal dari Bandung. Hingga kini, sudah ada lima orang yang sedang diproses. “Kita akan terus proses dan akan terus mencari pemasoknya,” terangnya.

Budi mengimbau masyarakat tak mengonsumsi miras, karena dengan meminum miras akan mengakibatkan kematian. Minuman itu berbahaya. “Sudah banyak contoh yang meninggal karena miras. Apalagi mirasnya dicampur dengan bahan lain. sangat berbahaya,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.