Mirip Kiyai, Ribuan Pria Bersurban Bantu Polisi Halau Massa Jadi Sorotan

610
0

JAKARTA – Keberadaan ribuan pria bersorban di Jakarta menjadi perbincangan ramai. Pasukan bersorban itu mengenakan kostum mirip kiyai.

Mereka mengenakan sorban, gamis, dan pakaian serba putih. Penampilan mereka terlihat seperti kiyai.

Mereka turun ke jalan membantu aparat kepolisian menghalau peserta aksi 22 Mei di beberapa titik di Jakarta.

Penampilan para pasukan bersorban ini menjadi tanya para warganet. Sebab, sebagian dari mereka mengenakan putup wajah.

Selain itu, ada pula yang mengenakan kacamata dan menggunakan sepeda motor trail, seperti sepeda motor pasukan brimob.

Selain tiu, wajah mereka masih tampak masih muda. Usianya diperkirakan rata-rata 30-45 tahun.

Ketika turun ke jalan, pasukan bersorban ini menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sambil mengepalkan tangan. Suara mereka cukup keras, mirip pasukan TNI.

Pasukan bersorban ini ikut membantu polisi menghalau perusuh di flyover Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) tadi pagi.

Beberapa warganet menyebut pasukan bersorban ini adalah laskar FPI yang membantu aparat. Namun ada pula yang beranggapan bahwa pasukan bersorban itu adalah polisi yang mengenakan pakaian seperti kiyai.

Pada demo di Kantor Bawaslu beberapa waktu lalu, pasukan bersorban dari aparat kepolisian juga tampak berjaga-jaga di lokasi demo. Namun seragam mereka mirip semua. Mereka mengenakan peci dan sorban putih.

Berikut video ribuan pria bersorban bantu polisi halau peserta aksi 22 Mei di Jakarta:

Perusuh dari Luar Jakarta

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyampaikan para perusuh di flyover tersebut bukan dari santri atau laskar FPI (Front Pembela Islam).

“Ini massa dari luar daerah, bukan dari FPI. Kami bersama FPI, kami dibantu ulama,” kata Kombes Hengki.

Hengki mengatakan sebagian besar massa adalah pendatang dari daerah, seperti Tasikmalaya, Majalengka dan Banten. Massa datang ke Jakarta sejak pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

“Ternyata sebagian besar dari luar daerah. Apakah Tasik, apakah Majalengka, apakah Banten, banyak dari luar daerah yang tidak dikenal oleh masyarakat (Petamburan),” tandas Hengki.

Menurut Hengki, para perusuh dari luar daerah itu sempat bentrok dengan warga Petamburan. Warga marah lantaran properti mereka dirusak.

“Pagi ini kami bersama Habib Muchsin berusaha memisahkan massa dari luar ini yang mendiskreditkan warga Petamburan ini, kemudian kami juga akan memeriksa yang sudah diamankan,” tandas Kombes Hengki. (one/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.