Miris.. di Kota Tasik Rumah 5×4 Meter Dihuni 13 Orang, Tidur Berdesakan, Air Hujan dan Ular Masuk

3830
TIDAK LAYAK HUNI. Rumah berukuran 5x4 meter ini dihuni empat keluarga dan 13 jiwa di Gunung Balaba Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes. foto; radika robi/ radar tasikmalaya.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

KOTA TASIK – Empat keluarga tinggal di rumah dari bilik bambu berukuran 5×4 meter. Bangunan yang lebih besar dari kosan itu dihuni 13 orang. Saat tidur mereka berdesak-desakan. Jika hujan, air masuk. Angin besar, bangunan bergetar.

Rumah itu milik Yuningsih (47) warga Kampung Gunung Balaba RT 01 RW 12 Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes itu sudah dihuni selama 12 tahun.

Yuningsih mengaku tak punya biaya untuk memperbaiki rumah yang dihuni anak-anak dan menantunya itu.

“Saya dan suami saya tidak punya biaya untuk memperbaiki rumah ini, jadi pasrah dengan kondisi saat ini,” ujarnya kepada Radar Kamis (8/11).

Suami Yuningsih bekerja di Jakarta. Dia kuli bangunan. Uang hanya cukup untuk kebutuhan harian. Tidak ada untuk menabung.

Sedangkan Yuningsih, sehari-hari bekerja serabutan. Kadang jadi buruh mencuci. Kadang memasang mute. Itu pun tidak setiap hari.

Penghasilannya, lagi-lagi untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan sekolah anaknya.

Saat hujan turun, air membasahi seluruh ruangan rumah. Lebih cemasnya lagi, saat angin besar. Rumahnya bergetar. Goyang. Jika seperti itu, dia dan keluarganya bertahan atau mengungsi ke rumah ibunya.

“Terkena angin saja sudah sedikit goyang ditambah atap bolong-bolong dan pasti kami khawatir tiba-tiba saja ambruk. Tapi mau gimana lagi, tidak punya biaya untuk mengontrak rumah yang lebih layak,” ungkapnya.

Rina Marlina (22), anak ke dua Yuningsih mengatakan jika turun hujan maka air masuk ke dalam rumah karena atap bocor.

Terkadang juga jika hujannya lama dan lebat, rumahnya kebanjiran sehingga semuanya mengungsi.

“Kalau hujannya gede banget suka takut, karena suka ada ular yang masuk ke dalam rumah. Dulu pernah ada ular belang sama ular sawah,” kata dia.

Ketika tidur mereka berdesak-desakan. Karena, 13 orang tidur di rumah yang pernah kemasukan ular sawah itu.

Yang lebih sedih, kata dia, saat musim hujan, tempat tidur basah karena air hujan masuk. Pakaian juga terkena air.

“Kami hanya bisa berharap pemerintah turun tangan dan segera membantu kami yang tidak mampu ini. Kami inginnya Pak Wali Kota membantu untuk merehab rumah yang memang sudah tidak layak huni ini,” harapnya.

Ketua RT 1 Ade Suryaman mengatakan pihaknya sudah mengajukan bantuan perbaikan rumah Yuningsih ke kelurahan.

“Saya sudah mengajukan untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Dan rumah milik Ibu Yuningsih ini yang saya prioritskan, karena memang sudah tidak layak,” kata dia. (robi)

CALEG KITA

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.