Miris, Musala Kawasan Taman Dadaha Dipakai Mesum

3349
ALIH FUNGSI. Sepasang remaja berduaan di musala terbuka di kawasan Taman Dadaha, Selasa (9/6). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIUKMALAYA

CIHIDEUNG – Musala terbuka di kawasan Taman Dadaha kerap kali dimanfaatkan pasangan kekasih untuk berbuat mesum. Perbuatan amoral itu pun sudah menjadi pemandangan terbuka bagi para pedagang yang berada di sekitar taman.

Selasa (9/7), Radar pun menyempatkan untuk memantau kawasan Taman Dadaha. Sore itu ada sepasang lelaki dan perempuan duduk bermesraan di musala terbuka. Tak diduga, dua remaja itu berciuman. Radar sempat menegur mereka untuk tidak melakukan perbuatan tidak terpuji itu. Namun, mereka tampak cuek, tidak berbicara sepatah kata pun. Tidak lama kemudian, mereka berpindah tempat.

Radar lalu mengecek kondisi musala terbuka. Bangunan musala bercat hijau itu tidak semuanya tertutup dinding, beralaskan keramik, atapnya ditopang tiang beton dan papan nama musala masih menempel di sebagian dinding. Toilet di sampingnya sudah tidak berfungsi dan pintunya dihalangi bambu.

Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Dadaha, Dadah Jubaedah (45) mengaku sering melihat pasangan kekasih yang berduaan di musala itu. Bahkan, mereka tidak malu untuk berciuman dan berpelukan. “Tadi juga lihat sendiri kan, mereka begitu (ciuman, Red.),” tuturnya kepada Radar.

Dadah sering menegur remaja-remaja berperilaku amoral itu. Namun, tegurannya selalu diacuhkan. Dia pun hanya bisa menahan rasa jengkelnya. “Dikasih tahu sambil teriak-teriak juga ya kayak gitu, dicuekin,” keluhnya.

Menurut dia, alih fungsi tersebut terjadi akibat musala tidak lagi dipakai ibadah. Warga yang berada di sekitar tidak salat di musala itu lantaran toilet di sampingnya sudah rusak. Airnya tidak mengalir. Beda halnya ketika toilet itu masih bagus. Warga sering salat di musala terbuka itu.

“Saya juga kalau mau ke toilet ya di tempat PKL, yang di sana (toilet taman) memang sudah tidak dipakai,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Pengelola Kompleks Dadaha Gumilang Herdis Kiswa mengakui, pihaknya memang beberapa kali menemukan remaja berduaan di bekas musala itu. “Selalu kita tegur, tapi kami juga tidak bisa menjaga di lokasi itu terus-menerus,” ujarnya.

Pihaknya akan mengupayakan untuk memaksimalkan jumlah petugas yang mengawasi kawasan Dadaha. Di tambah pembangunan pos pengamanan supaya lebih efektif. “Karena petugas kita jumlahnya masih terbatas,” tuturnya.

Berkaitan dengan pengaktifan kembali toilet dan musala, Gumilang menyatakan hal itu bukan kewenangan UPTD. Pengelolaan fasilitas taman itu masih tanggung jawab Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perawaskim). “Toilet yang dikelola UPTD hanya yang dekat lapangan basket saja,” katanya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.