MIRIS, Petani Ciamis Butuh Segera Pupuk, Dewan & Pemkab Tak Punya Solusi, Ini Sarannya

71
0
ISTIMEWA MUSIM TANAM. Petani di Kabupaten Ciamis saat masa persiapan untuk memulai masa tanam. Petani di sebagian wilayah di Ciamis saat mengalami kelangkaan mendapatkan pupuk subsidi.

CIAMIS – Kelangkaan pupuk bersubsidi di beberapa wilayah di Kabupaten Ciamis membutuhkan solusi cepat, karena saat ini di sebagian wilayah sudah memasuki musim tanam.

Dosen Pertanian Universitas Galuh (Unigal) Ciamis Dr Drh Agus Yuniawan Isyanto MF menyarankan salah satu solusi cepat mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi yang bisa diambil Pemkab Ciamis yaitu Pemkab Ciamis membeli pupuk non subsidi untuk para petani.

Nantinya para petani membeli pupuk tersebut dengan harga subsidi. Misalnya, Pemkab Ciamis bisa menggunakan anggaran dari dana bantuan sosial.

“Saya kira solusinya semoga masalah kelangkaan pupuk di petani bisa dapat cepat tertangani,” ujarnya saat diwawancarai Radar, Selasa siang (15/12).

Soal pupuk organik yang dijadikan jalan keluar Dinas Pertanian, kata dia, itu bisa menjadi solusi jangka panjang atau ke depan. Namun itu bukan solusi untuk menangani terjadi kelangkaan pupuk seperti saat ini.

“Usaha tani padi organik pun harus dipersiapkan tidak saja dari sisi budidaya, namun juga dari sisi pemasaran karena harga beras organik lebih mahal dari pada harga beras biasa.

Baca juga : Jalan Akses Tambaksari Ciamis dengan Cilacap Amblas

Jadi petani tidak akan mengalami kendala pada saat memasarkan produknya. Artinya solusi pupuk organik menjadi solusi ke depan, bukan sekarang ini,” kata dia menjelaskan.

Hadis Dede Sudrajat dari Gapoktan Layangsari Desa Sukasari Kecamatan Tambaksari mengaku tidak habis pikir Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak mempunyai solusi pengadaan pupuk subsidi yang saat ini langka.

Malah, Dinas Pertanian menyarankan petani menggunakan pupuk non subsidi atau pupuk organik. Di sisi lain harga pupuk non subsidi lebih mahal ketimbang yang subsidi.

Soal penggunaan pupuk organik, Hadis menilai bagus, tapi semudah membalikkan telapak tangan bagi petani karena harus mempunyai proses tiga sampai empat kali panen kalau mau menggunakan pupuk organik. Jadi tidak akan bisa sekarang pakai pupuk organik langsung bagus.

“Saya tekankan itu kalau rapat dewan atau Dinas Pertanian hadirkan yang namanya petani, minimal meminta masukan,” ujarnya menyarankan.

Permasalahan pupuk yang dihadapi petani, kata Hadis, setelah penggunaan kartu tani yang membingungkan bagi petani. Karena
sebelum ada pemberlakuan kartu tani, masyarakat atau petani bila ke Pasar Rabu dan Pasar Minggu membawa kelapa satu mobil dan pulang dari pasar membeli pupuk.

“Namun sekarang justru ribet pakai kartu tani pupuk kosong bukanya melimpah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis S Budi Wibowo menyampaikan mengenai kartu tani dan pupuk itu menyatu. Kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi pada 1 September 2020 untuk seluruh Indonesia.

Adapun untuk alokasi kuota pupuk, kata dia, setiap tahun Dinas Pertanian mengajukan sesuai ajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Kemudian usulan itu dimasukkan ke data kementerian. “Itu alokasinya belum pernah sesuai dengan yang diusulkan. Artinya selalu di bawah,” kata dia menjelaskan.

Bagaimana dengan keluhan petani: setelah ada kartu tani menjadi ramai soal pupuk? Menurut Budi, karena sampai saat ini masih ada yang belum memiliki kartu tani dan mereka sulit mendapatkan pupuk subsidi.

Dia mengimbau petani bisa menyesuaikan dengan program kartu tani, karena yang jelas dengan kartu tani, pupuk bersubsidi akan semakin tepat sasaran. “Kalau dia mendaftar pasti akan ke petani pupuknya,” ujarnya.

Diakuinya alokasi pupuk subsidi sekarang sudah banyak yang habis di beberapa wilayah, karena penyerapannya sudah hampir 100 persen. Memang ada juga sisa kuota, namun masih sedikit lagi.

“Mengenai penambahan kuota pupuk, kita sebatas mengusulkan saja pada bulan kemarin, namun realisasinya tergantung pusat dikasihnya,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.