Miris…Sekeluarga Tinggal di Kandang Sapi

264
1
MENJEMUR. Yeni, warga Dusun Sukahurip Desa Langensari Kecamatan Langensari menjemur pakaian di tempat tinggalnya Senin (24/6). Tempat yang ditinggalinya kini dulunya kandang sapi.

BANJAR – Satu keluarga di Dusun Sukahurip RT 02 RW 01 Desa Lengansari Kecamatan Langensari tinggal di bangunan bekas kandang sapi. Hampir satu tahun Yeni Suryani (40) bersama suami Cecep Gunawan (46) dan tiga anaknya menggunakan bekas kandang sapi berukuran 6 x 7 meter itu.

Yeni mengaku tak memiliki rumah setelah pulang dari lokasi transmigrasi di Sulawesi Tenggara satu tahun lalu. Sebelum tinggal di kandang sapi, Yeni sempat menumpang di rumah saudaranya di kecamatan yang sama.

“Tadinya ini (rumah yang ditinggalinya) kandang sapi. Tapi sudah tidak dipakai karena pak Yeye (pemilik kandang sapi, Red) tidak mengurus sapi lagi. Saya meminta izin ke pak Yeye untuk menempati bekas kandang sapi ini sebagai tempat tinggal, karena mau tinggal di kontrakan tidak punya uang,” ungkapnya (24/6).

Kandang sapi yang ditempatinya disekat dua bagian. Satu dijadikan kamar tidur. Satu lagi dijadikan dapur. Tembok bekas pakan sapi dijadikan tempat menyimpan pakaian.

“Tadinya ini tidak ada palang untuk dindingnya, sama bapaknya (suami) dipasang papan. Kalau malam banyak sekali nyamuknya. Untuk listrik dikasih nyambung sama yang punya kandang. Kalau air saya ngambil dari sumur tetangga,” ujar dia.

Wanita kelahiran Langensari ini mengaku untuk makan sehari-hari mengandalkan suaminya yang berjualan es pisang ijo.

Anaknya pertamanya sudah bekerja di toko kelontongan dengan gaji Rp 700 ribu per bulan. Namun kini tidak bekerja karena sakit.
Sementara anak kedua dan ketiganya masih menuntut ilmu di SMP Negeri 4 Banjar dan SMP Islam.

Baca : Miris…Sekeluarga Tinggal di Kandang Sapi

Keluarga Yeni Akan Dapat Bantuan Dana

Kasus Warga Tinggal di Kandang Sapi Jadi Tamparan Keras bagi Pemkot

“Sampai saat ini tidak ada bantuan dari pemerintah seperti keluarga tidak mampu lainnya. Sekolah anak saya yang dua juga saya minta kebijakan dari guru karena tidak punya uang untuk bayar biaya sekolah,” kata Yeni.

Yeni ingin memiliki tempat tinggal sendiri yang layak. Namun apa daya, dia mengaku untuk makan sehari-hari pun susah. Terlebih masih memiliki dua anak sekolah.

“Saya ingin punya rumah sendiri, karena khawatir kalau kandang ini mau dipakai lagi oleh yang punya saya mau tinggal dimana,” ungkapnya.

Yeye (64), pemilik kandang sapi mengaku iba melihat kondisi keluarga Yeni dan Cecep. Ia mempersilakan keluarga Yeni menempati kandang sapi.

“Iya karena kasihan, tadinya keluarga itu transmigrasi ke Sulawesi selama 10 tahun, tapi tidak berhasil. Akhirnya pulang lagi ke sini (Langensari),” katanya.

Camat Langensari Asno Sutarno akan segera menindaklanjuti kondisi warganya. Ia mengaku ke depan akan memprioritaskan keluarga tersebut untuk mendapat bantuan.

“Tindakan awal kita akan membantu melengkapi dokumen warga. Tapi alhamdulillah ternyata setelah kita cek, dokumen kependudukannya sudah lengkap. Selanjutnya kita akan sampaikan ini ke Dinas Sosial dan wali kota. Kita akan upayakan mendapat lahan terlebih dahulu untuk tempat tinggal. Nanti kerja sama dengan pemerintah desa untuk alokasi pembuatan tempat tinggalnya.” Ujarnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana saat diminta keterangan kondisi keluarga yang tinggal di kandang sapi mengaku belum bisa berkomentar.

“Saya no comment dulu ya, karena tidak tahu kondisinya dan memang tidak ada laporan. Besok (hari ini, Red) saya akan cek dulu ke tempatnya,” kata Nana.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjar Asep Tatang mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku heran pemerintah setempat tidak melaporkan warganya yang tinggal di kandang sapi.

“Dimana itu? Tolong beri alamat yang lengkap ya biar saya turunkan staf untuk mengecek dan mendata langsung ke lokasi,” kata dia.

Putra pertama Yeni, Yogi mengaku keluarganya sudah memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sah. Dari mulai KTP dan kartu keluarga. “KTP, KK ada. Masuk warga Kecamatan Langensari. Waktu Pilkada Banjar juga sudah ikut nyoblos,” ungkapnya. (cep)

loading...

1 KOMENTAR

  1. pa kadinsos kenapa mesti harus menurunkan staf ,turun langsung malah lebih baik,perkataan bapak seolah arogan ,ingat ya pa jabatan itu hanya amanah.mohon maaf mengoreksi statement beliau saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.