Miris, Tewas Akibat Hal Teknis

267
0
BANTU. Warga sekitar membantu korban tertabrak KA di Cibeureum pada Kamis (21/12).

Pemkot Siap Bantu soal Palang Pintu KA

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya siap membuka komunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membuat palang pintu perlintasan kereta di beberapa titik yang dianggap perlu.
Hal ini seiring masih adanya korban jiwa akibat perlintasan KA tanpa palang pintu, seperti yang terjadi pada Kamis (21/12)
di Kampung Pamadegan Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Yang mengakibatkan warga sekitar bernama Hendiansyah (23) tewas ketika melintas rel kereta api.
“Memang sangat miris apabila korban terus berjatuhan akibat tidak adanya pintu atau rambu untuk warga yang melintas di rel kereta api,” ujar Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf di sela monitoring pekerjaan di Jalan SL Tobing, kemarin (22/12).
Orang nomor dua di Kota Tasikmalaya itu mengaku prihatin lantaran tidak adanya pintu perlintasan, satu warga kota harus kehilangan nyawa. “Jangan sampai ada kematian lagi, akibat hal-hal yang terbilang teknis,” ungkapnya.
Apalagi berdasarkan informasi yang diterima, kata Yusuf, warga sekitar sudah mengusulkan membangun palang pintu ke DAOP (Daerah Operasi) KAI. “Tapi kata warga sampai sekarang tidak digarap juga,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya siap membuka ruang komunikasi, apabila pihak KAI Tasikmalaya belum mendapat sinyal dari DAOP KAI. Sehingga dapat memikirkan solusi dalam mengatasi persoalan itu.
“Nanti tinggal koordinasi saja dengan pemkot. Apabila bisa dikerjasamakan atau dorongan untuk membantu itu, kenapa tidak! Agar mengurangi korban lain berjatuhan,” tandasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu menelan korban jiwa. Kali ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Kampung Pamadegan Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, kemarin (21/12).
Korbannya yakni warga sekitar bernama Herdiansyah (23), seorang pemuda pengendara motor yang merupakan buruh di salah satu konveksi itu terpental sejauh 20 meter. Sehingga membuat korban tewas di tempat.
Peristiwa nahas itu, bermula saat Herdiansyah mengendarai Yamaha Jupiter MX dari Jalan Khoer Apandi menuju Pamadegan. Ketika melintas rel tanpa palang pintu, sepeda motornya dihantam Kereta Serayu jurusan Pasar Senin – Purwokerto yang datang dari arah barat.
Berdasarkan keterangan saksi, Herman Suherman (47) yang berada sekitar 30 meter dari perlintasan rel kereta api mengatakan sepeda motor yang dikendarai Herdiansyah sudah berhasil melintasi rel. Namun bagian belakang sepeda motornya terkena lokomotif kereta. “Sudah lewat rel, tapi belakang motornya masih kesabet sama kereta,” ungkapnya kepada Radar.
Sehingga membuat Herdiansyah terpental sejauh 20 meter dengan kepala membentur batu-batu pondasi yang menumpuk di lokasi. Helm yang digunakannya sudah terlepas sehingga membuat kepalanya mengalami luka. “Sempat kelihatan bernafas beberapa kali, langsung hilang (meninggal),” cerita Herman
Usai kejadian, kereta sempat berhenti dan petugas KA turun memeriksa kondisi korban. Tetapi korban yang sudah tidak bernyawa langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo.
Kapolsek Cibeureum AKP Suharto menduga korban tidak mengetahui kedatangan kereta. Hal itu karena perlintasan tidak memiliki palang pintu yang dijaga petugas, dengan pandangan ke arah datangnya kereta tertutup rumah. “Kemungkinan dia tidak tahu ada kereta yang datang,” terangnya di Mapolsek.
Sementara itu, informasi yang dihimpun Radar dari warga sekitar. Perlintasan di jalur buntu itu memang kerap membahayakan pengendara yang melintas. Namun, baru kali ini ada yang sampai tertabrak hingga mengakibatkan korban jiwa. (igi/rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.