Misi Balas Dendam, Peru vs Brasil

32
0
Tite

SAO PAOLO – Laga pemungkas Grup A yang mempertemukan Brasil dan Peru akan tersaji di Arena Corinthians, dini hari nanti. Bukan hanya soal perebutan juara grup, ini juga menjadi ajang penuntasan dendam lama tuan rumah.

Tiga tahun lalu, tepatnya pada 12 Juni 2016, Brasil dipermalukan Peru di Amerika Serikat pada Copa Centenario. Saat itu, Brasil yang berstatus favorit juara harus tersingkir di fase grup setelah kalah dari Bicolor–julukan Peru–pada laga terakhir.

Kekalahan itu mungkin bisa diterima Brasil dengan lapang dada kalau laga berlangsung fair. Namun, yang terjadi saat itu, Brasil yang hanya butuh hasil imbang disingkirkan dengan cara yang sangat menyakitkan. Mereka takluk 0-1 lewat “gol tangan Tuhan” Raul Ruidiaz di menit ke-75.

Jelas bahwa Brasil yang menang 3-0 atas Bolivia dan imbang 0-0 kontra Venezuela ingin membalas kejadian itu dengan memberi pelajaran kepada Peru yang kini juga mengemas poin empat. Motivasi mereka untuk menghajar Ruidiaz dan kawan-kawan akan bertambah besar mengingat mereka kini dalam tekanan.

Menyusul dua penampilan buruk di dua laga awal, Selecao mendapat kritik pedas. Bahkan, mereka sudah dicemooh pendukung sendiri saat pertandingan masih berlangsung. Penyebabnya, mereka sering gagal dalam penyelesaian akhir.

Buntut tidak puas atas permainan Philippe Coutinho dan kawan-kawan bahkan sudah merembes ke kursi sang pelatih. Dianggap tidak mampu memimpin Tim Samba, kritikus dan fas meminta Tite dipecat jika gagal menjadi kampiun.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Sport TV di Brasil, 75 persen dari mereka yang ditanya berpikir bahwa Tite harus meninggalkan jabatannya jika ia tidak memenangkan turnamen musim panas ini. Tak mengherankan kalau akhirnya Tite menggelar latihan tertutup untuk mempersiapkan laga melawan Peru.

Kendati terkesan tertutup, gambaran mengenai starting XI yang disiapkan Tite sudah bisa terbaca. Gabriel Jesus diyakini akan bermain sejak awal sebagai ujung tombak untuk menggantikan Roberto Firmino yang masih mandul. Sedangkan tempat David Neres di posisi winger akan diambialih Everton Cebolinha.

Nama terakhir dalam dua laga awal tampil bagus sebagai pemain pengganti dan selalu diteriakkan suporter agar dimainkan. Tite sudah memberi isyarat kali ini akan memenuhi permintaan fan karena menurutnya Neres dan Everton tidak bisa bermain bersama.

“Dengan mereka berdua bersama (Everton dan Neres) saya kehilangan lebih banyak dari kemungkinan menerjemahkan kreasi menjadi gol. Saya pikir itu akan terjadi bahwa Cebolinha dapat bergabung dengan tim,” jelas Tite sebagaimana dikutip dari O Tempo dan FOX Sports Brasil.

Sadar dengan ambisi Brasil, Pelatih Peru, Ricardo Gareca meyakini laga ini akan berjalan ketat. Apalagi, salah satu dari mereka kemungkinan besar bisa bertemu Argentina di babak delapan besar jika Lionel Messi dan kawan-kawan lolos sebagai peringkat ketiga terbaik.

“Ada pertandingan yang lebih sulit dengan Brasil. Kami tahu itu sangat sulit. (Tanpa Neymar) kami masih percaya bahwa Brasil memiliki potensi besar pada semua pemainnya,” ujarnya kepada AFP dikutip dari RPP.

Ia pun berharap fan mereka kembali memenuhi stadion untuk memberikan dukungannya. “Kami akan melakukan apa saja untuk bisa lolos,” tegas Gareca yang diprediksi menurunkan starter yang sama seperti saat mengalahkan Bolivia. (amr/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.