Misteri Pembunuhan Ruhyatun, Polisi Periksa Suami Korban, Saksi Dibawa Lagi ke TKP

60
Ruhiyatun (36), warga Kampung Cucimanah Timur, Pekalipan, Kota Cirebon ditemukan tewas diduga korban pembunuhan.

CIREBON – Kematian Ruhyatun masih menyimpan teka-teki. Polisi menyebut kawasan semak-semak tepi jalan baru, Jl Ir Soekarno di Blok Tutugan, Desa Ciperna, Kabupaten Cirebon hanya lokasi pembuangan jenazah.

Sementara Lokasi pembunuhan atau tempat di mana wanita 36 tahun itu dihabisi, kini masih diselidiki.

Proses penyelidikan juga masih berlangsung. Polisi pun harus kerja ekstra mengungkap misteri kematian warga Jl Sucimanah Timur, RT 02 RW 06, Kelurahan Jagasatru, Kota Cirebon, itu.

Orang dekat pun turut diperiksa. Salah satunya adalah Didin (39), suami korban. Didin diperiksa Unit Reskrim Polsek Talun, Minggu (2/12).

“Suami korban sudah kita panggil. Dia datang sendiri ke sini (Mapolsek Talun, red). Pemeriksaan sejak siang  sampai sore. Sekarang Didin kita izinkan pulang ke rumahnya,” ujar Kapolsek Talun AKP Eddie Mulyana melalui Kanit Reskrim Ipda Soleh.

Tak hanya Didin, polisi juga memeriksa dua saksi lain yang mengetahui dan melihat pertama kali adanya mayat korban di lokasi kejadian.

Keduannya adalah Slamet dan Suyud. Pemilik warung dan sekuriti Taman Ciperna. “Berarti ada 3 saksi yang sudah kita periksa,” ujar Soleh.

Selain itu, untuk mempertajam hasil penyelidikan dan mengungkap kasus ini, Unit Reskrim Polsek Talun juga kembali lagi ke lokasi ditemukannya mayat tersebut dengan menghadirkan Slamet dan Suyud.

“Kita lakukan olah TKP dan memastikan kembali di mana dan dalam posisi apa korban ditemukan oleh saksi. Seperti posisi terlentang dan sebagainya,” ujarnya.

Namun, dalam olah TKP itu tidak menemukan hal baru. Soleh mengatakan pihaknya hanya memastikan kembali lokasi tubuh korban dan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Di mana diketahui korban dalam keadaan terlentang dengan kepala di sebelah timur.

“Posisi saat ditemukan berada di parit sekitar 2 meter dari bahu jalan Ir Soekarno. Korban memakai baju krem dan celana hitam. Di tubuhnya terdapat bekas jeratan di bagian leher dan lima luka tusuk di leher dan luka di dahi. Sampai hari ini (kemarin, red) masih terus kita dalami,” jelas Soleh.

Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Ruhyatun tergeletak di semak-semak tepi jalan baru Jl Ir Soekarno Blok Tutugan, Sabtu pagi (1/12).

Slamet, saksi mata sekaligus pemilik warung yang tidak jauh dari TKP mengungkapkan, penemuan mayat tersebut sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat itu dirinya tengah berada di warung dan mendapatkan kabar ada mayat perempuan tergeletak di sisi jalan. “Ada orang lewat bilang di situ ada mayat perempuan,” ujarnya.

Ia lantas melaporkan temuan tersebut kepada Suyud, satpam Taman Ciperna Estate Sampiran. Selanjutnya, Suyud melaporkan kepada petugas Polsek Talun.

Slamet mencurigai, mayat perempuan yang mengenakan baju krem dan celana hitam itu sengaja dibuang oleh orang tak dikenal.

”Karena sekitar jam 03.00 saya melihat ada mobil dengan penumpang sekitar empat orang sempat berhenti di situ. Mereka berjalan di depan warung saya,” imbuh Slamet.

Awalnya, dia tidak menaruh curiga terhadap mobil yang juga berhenti tepat di depan warungnya itu. Namun, salah seorang penumpang mobil, sempat melihat ke arah dirinya dengan gelagat yang tidak biasa.

“Dari situ saya mencurigai, kemungkinan mobil itu yang dipakai pelaku untuk membuang mayat,” jelasnya.

Tak lama, petugas datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas segera memasang garis polisi untuk melokalisir tempat penemuan mayat perempuan kelahiran Purbalingga, 7 September 1982 itu. Puluhan warga yang penasaran, berkerumun di lokasi kejadian.

Sementara itu, Yati, kakak ipar korban, menjelaskan bahwa Ruhyatun sehari-hari berjualan kopi dan minuman segar di depan RSUD Gunung Jati.

Ibu dua orang anak itu biasanya berangkat pagi dan pulang sore hari. Sebelum kejadian, korban sempat berangkat kondangan pada sore harinya.

“Setelah itu tidak tahu ke mana. Keluarga juga heran, kenapa bisa ada di lokasi yang jauh itu,” katanya kepada Radar(cep/day)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.