MKKS SMA Kabupaten Tasik Simulasi UBKD

101
0
PEMBUKAAN. Ketua MKKS SMA Kabupaten Tasikmalaya Dudus Dustiana (kanan) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd saat sosialisasi dan simulasi Ujian Berbasis Komputer Dalam Jaringan (UBKD) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di aula SMAN 1 Manonjaya, Rabu (21/10). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
PEMBUKAAN. Ketua MKKS SMA Kabupaten Tasikmalaya Dudus Dustiana (kanan) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd saat sosialisasi dan simulasi Ujian Berbasis Komputer Dalam Jaringan (UBKD) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di aula SMAN 1 Manonjaya, Rabu (21/10). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya

TASIK – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan sosialisasi dan simulasi Ujian Berbasis Komputer Dalam Jaringan (UBKD) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk seluruh SMA swasta dan negeri. Kegiatan itu dilaksanakan di aula SMAN 1 Manonjaya, Rabu (21/10).

Sebanyak 136 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum hadir dalam kegiatan tersebut.

Pemateri, Ketua Penjaminan Mutu Sekolah SMAN 1 Singaparna Muhammad Arif Hasan SPd MPd mengatakan, pada 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengganti sistem ujian nasional menjadi AKM. Namun intinya sama unt mengukur evaluasi pembelajaran.

”Maka untuk tahap pertama ini untuk pengenalan pengganti UN yaitu AKM. Materinya numerasi dan literasi yang di dalamnya mata pelajaran semua masuk baik eksakta ataupun sosial,” katanya kepada Radar, Rabu (21/10).

“Termasuk juga pendidikan karakter yang terwadahi di penilaian survei karakter,” tambahnya.

Artinya AKM, lanjutnya, bisa menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa. Karena hasil ini akan menjadi cermin untuk melakukan refleksi dan mempercepat perbaikan mutu pendidikan.

“AKM bisa menumbuhkan selain kecerdasan pikiran juga sikap spiritual dan sosial. Karena di situ ada pertanyaan dari pilihan ganda, esai, menjodohkan, dan analisis,” ujarnya.

Selain itu, karena ujian ini berbasis komputer dalam jaringan. Kesempatan sosialisasi agar terus menambah bandwidth atau kapasitas internet di sekolahnya.

“AKM dilaksanakan dua hari saja, itu pun fleksibel dalam satu bulan. Namun harus mempersiapkan tentang minimal bandwidth ditambah sehingga bisa digunakan,” katanya.

Ketua MKKS SMA Kabupaten Tasikmalaya Dudus Dustiana mengundang 73 sekolah, dari 18 negeri dan 55 swasta untuk mengikuti sosialisasi AKM. Tujuannya agar paham apa yang perlu disiapkan dalam asesmen nasional.

“Makanya kita akan melaksanakan secara bertahap, mulai dari sosialisasi kepada kepala sekolah dan Wakasek, guru-guru, proktor, hingga ke siswa, sehingga bisa berjalan dengan lancar saat melakukan AKM di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.

Kata Dudus, yang juga Kepala SMAN 1 Singaparna ini, kegiatan tersebut agar juga mempersiapkan infrastruktur perangkat komputer dan jaringan harus terpenuhi.

“Agar AKM berjalan dengan lancar maka harus terpenuhi sarana- prasarana terlebih dahulu, sehingga berharapan bisa meningkatkan kualitas mutu pendidikan di sini,” kata dia.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd mendukung program dari MKKS Kabupaten Tasikmalaya yang mengenalkan AKM. Karena dengan langkah persiapan ini bentuk pemetaan mutu pendidikan dan mempersiapkan perangkat ujian daring.

“Dengan begitu mendorong guru mengembangkan kompetensi kognitif yang mendasar sekaligus karakter murid secara utuh,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.