Mobil Listrik Makin Moncer

24
0
Loading...

JAKARTA – Dibalik sepinya kabar tentang mobil listrik, pemerintah lewat Kementerian Perindustrian ternyata tengah serius menyelesaikan kebijakan kendaraan listrik (EV). Undang-undang tersebut diyakini menjadi stimulan para investor menjadikan Indonesia menjadi pasar mobil listrik terbesar di Asia Tenggara.

Sudah ada dua perusahan besar yang akan ambil bagian dalam proyek mobil rendah emisi tersebut. Diantaranya, Hyundai Motor dan Mitsubishi. Sejak Desember 2018, Hyundai, perusahaan otomotif asal Korea Selatan telah mengagas nilai investasinya mencapai USD 880 juta dollar atau sekitar Rp 11 triliun dalam proyek tersebut. Sementara Mitsubishi Jepang telah membuka kajian pembangunan pabriknya di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto menjelaskan, pemerintah tengah mengembangkan peta jalan pengembangan industri otomotif nasional. “Jadi target kami hingga tahun 2025, 20 persen dari semua mobil yang diproduksi di Indonesia adalah mobil listrik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (30/1).

Dorongan ini disebabkan masalah ketahanan energi bahan bakar fosil yang semakin menipis. Mobil listrik pun, menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi impor BBM. Diketahui, pemangkasan impor BBM berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp 798 triliun. “Jadi kita masih koordinasi lintas sektoral dan balai penelitian mengenai infrastruktur kendaraan listrik seperti stasiun pengisian listrik dan akomodasi infrastruktur lainnya,” terang Harjanto.

Harjanto menjelaskan, Indonesia merupakan pusat produksi mobil terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Thailand. Dorongan penetrasi mobil listrik perlu didorong lewat kebijakan kemudahan investasi. Seperti regulasi skema fiskal yang menawarkan pemotongan pajak untuk produsen dan produsen baterai mobil listrik.

“Selain itu juga, perlu dilakukan Perjanjian Perdagangan Preferensial atau preferential trade agreement (PTA) dengan negara lain yang permintaan mobil listriknya paling tinggi. Intinya, kita tengah buat regulasi yang poinya semakin rendah emisi karbon mobil listrik tersebut, semakin rendah pula pajaknya,” tambah Harjanto.

Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah sangat antusias dalam mengembangkan mobil listrik. Menurutnya, mobil listrik secara perlahan dapat mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil. Sehingga, impor BBM juga akan bisa dikurangi. “Kenapa kita perlu kendaraan listrik? Produksi minyak Indonesia ya kira-kira sekitar 700 ribu bph. Jadi masih butuh impor,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Loading...

Kedua, penemuan ladang mi­nyak baru di dalam negeri juga tidak menunjukkan ha­sil yang mengesankan. Itu ar­tinya, Indonesia harus se­gera mencari alternatif peng­gunaan energi baru. “Kon­sumsi BBM di dalam n­egeri sudah mencapai 1,3 ju­ta barel per hari,” katanya. (fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.