Mobil Tua dan Sarungan

471
0
istimewa SUKA MOBIL TUA. Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum saat mencuci salah satu mobil tua koleksinya di kediamannya di Manonjaya beberapa waktu lalu.

Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum mempunyai hobi mengoleksi mobil-mobil tua keluaran Eropa, Amerika dan Asia. Dia memiliki 12 mobil tua. Ada Jeep Fiat buatan Italia tahun 1968, Jeep keluaran Uni Soviet tahun 1959, Jeep Willis buatan Amerika tahun 1950, Hardtop buatan Jepang, mobil minicab dan Turungtung. “Koleksi mobil tua yang paling saya sukai adalah mobil Jeep,” ujar Uu saat dihubungi Radar, Rabu (1/11).
Jika keluar kota, Uu biasa meng­guna­kan mobil koleksi­nya. Dia menyetirnya sendiri. Mobil-mobil yang dipakainya diakui sudah tidak ada di-showroom. “Saya suka nyetir sendiri pakai mobil yang saya sukai,” ungkap pria kelahiran Manonjaya 10 Mei 1969 ini.
Di samping suka mengoleksi mobil-mobil tua, Uu juga suka berkumpul dengan keluarga, sahabat dan kerabatnya. “Kalau berkumpul saya biasa pakai celana pendek (training) dengan sarung diselendangkan,” ujar putra dari pasangan Hj Enung Muthmainah Affandy dan KH Soleh Nasihin ini.
Kebiasaan menggunakan training dengan ciri khas sarung diselendangkan, akunya, sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. “Kalau kecil main suka pakai celana pendek, sarung diselendangin. Kalau mau salat pakai sarung. Kebiasaan membawa sarung sampai sekarang. Bersama teman ngobrol ketawa-ketawa itu paling seneng,” tuturnya.
Ayah dari Azizah Ruzhan, Khalilah Ruzhan dan Jamilah Ruzhan ini ketika kecil juga hobi main bola dan mancing di kolam milik kakeknya, (alm) KH Choer Affandi. “Kakek saya banyak kolamnya dan suka dimarahin sama kakek kalau saya mancing,k arena tidak izin dulu,” kenang suami dari Lina Marlina SE ini.
Sejak kecil, Uu juga suka dibawa sama kakeknya, KH Choer Affandi ikut pengajian ke berbagai pelosok tanah air. Uu juga kini sesekali suka mengajar para santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.
“Suka mengajar ngaji santri, misalnya keluarga atau adik saya kan punya kelas mengajar ngaji. Kalau tidak hadir diganti sama saya,” jelas cucu pendiri Ponpes Miftahul Huda Manonjaya ini.
Uu mengaku tidak suka diam di rumah. Ia paling sering menghabiskan waktu dengan keluarga atau temannya di luar rumah. Bahkan makan pun jarang di rumah.
“Kalau lagi di rumah, makan pun saya pasti di luar rumah. Di taman, di lantai rumah atau di garasi bersama istri dan anak. Kalau pun diam di rumah tidur saja. Kadang di rumah saudara,” ujarnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.