Beranda Insiden Modus Penipuan Baru, Cek Miliaran Gegerkan Warga Pangandaran

Modus Penipuan Baru, Cek Miliaran Gegerkan Warga Pangandaran

342
BERBAGI

PANGANDARAN – Masyarakat Kabupaten Pangandaran digegerkan beredarnya cek bernilai miliaran rupiah di beberapa rumah warga. Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi mengingatkan warga untuk waspada. Hal itu kemungkinan hanya tipuan.

“Ada informasi mengenai cek palsu yang bertebaran di rumah-rumah warga. Walaupun belum ada warga yang melapor menjadi korban atas surat-surat berharga palsu itu, saya mengimbau agar warga tidak mudah percaya,” pintanya kepada Radar, Sabtu (14/4).

Suyadi menegaskan penyebaran surat berharga palsu itu merupakan modus penipuan. Kalau ada yang merasa pernah tertipu oleh modus itu, diharapkan segera mela­por ke polisi.

“Seperti itu lapor­kan saja dan hati-hati jangan tertipu,” tegasnya.
Ilman (32), salah seorang warga menemukan berkas dokumen penting perusahaan plus cek miliaran rupiah itu di teras rumahnya. Berkas tersebut dibungkus amplop warna cokelat.
“Karena penasaran, saya buka. Di dalamnya ada dokumen perusahaan yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk Jakarta Pusat dan cek yang nilainya Rp 2,7 miliar,” ungkap dia.

Namun, ia tidak percaya dengan temuan itu. Dia memilih mengabaikan dokumen palsu tersebut. “Kalau benar, mungkin tidak seperti ini caranya. Masa disimpan di depan rumah cek miliaran begini,” cetusnya.

Informasi peredaran cek palsu tersebut juga ramai menjadi perbincangan warga di media sosial. Beberapa akun Facebook mengunggah cek palsu tersebut. Wardoyo, warga Pangandaran lainnya mengatakan modus penipuan tersebut baru pertama kali muncul di Pangandaran. Calon korbannya diarahkan untuk menghubungi nomor telepon pelaku.

“Ujung-ujungnya nanti disuruh transfer via ATM dan calon korban diminta untuk menyiapkan transfer minimal satu juta,” ujarnya. (nay)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.