M!POWER by Sequis Bantu Milenial Mencari `Ikigai` untuk Hidup Bahagia

86
0

Perasaan kurang atau tidak bahagia bisa terjadi pada siapa saja bahkan bagi mereka yang secara ekonomi berlebihan dan memiliki status sebagai orang terkenal atau pesohor dunia yang beberapa diantaranya dikabarkan melakukan bunuh diri. Ternyata, memiliki banyak penggemar, menjadi terkenal, dan tak berkekurangan bukanlah sumber kebahagiaan, padahal ini menjadi tujuan hidup banyak orang.

Perasaan kurang atau tidak bahagia bisa terjadi karena seringkali kita terobesi untuk menghindari kegagalan dan menimalkan emosi negatif. Banyak yang memandang pengalaman negatif dan emosi sebagai hal yang buruk dan menakutkan. Bermula dari ingin semua menjadi sempurna, berjuang keras agar tidak gagal, membuat target yang tinggi tetapi kenyataan yang terjadi tidak semua sesuai rencana, potensi gagal dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Respon yang kita berikan ketika mengalami masalah pun seringkali negatif, seperti kecewa, marah, putus asa, merasa tidak didukung, hilang kepercayaan, atau berpura-pura bahagia untuk mengelabui orang lain. Pada akhirnya, kita merasa kehilangan kebahagiaan dan menjadi stres berkepanjangan yang berujung pada menurunnya kesehatan dan kualitas hidup.

Bicara tentang bahagia, mungkin Anda pernah mendengar mengenai penduduk yang berusia panjang di Pulau Okinawa, Jepang, di desa yang dijuluki Village of Longevity karena penduduknya memiliki angka harapan hidup tertinggi di dunia hingga berusia di atas 100 tahun dengan kondisi tubuh yang masih sehat dan bugar. Hidup bahagia diyakini dapat diperoleh dengan rajin berolahraga, makanan bergizi, dan cukup istirahat, serta bersosialisasi. Namun, bagi penduduk Village of Longevity masih ditambah dengan mempraktekkan Ikigai. Ini adalah filosofi hidup yang berhubungan dengan kesenangan dan makna kehidupan.

Mengutip Ken Mogi dari The Book of Ikigai (Noura Publishing, 2018), ikigai dapat diartikan sebagai the reason of being atau the reason of living. Kata iki berarti hidup dan gai adalah alasan. Intinya, ikigai adalah gabungan beberapa nilai yang memberi arti dalam menjalani hidup. Jika dituangkan dalam sebuah gambar, konsep ikigai digambarkan dalam bentuk diagram Venn yang terdiri dari 4 komponen, yaitu apa yang Anda sukai (what you love), keahlian apa yang Anda miliki (what you are good at), bayaran apa yang akan diperoleh (what you can be paid for), dan apa yang dunia butuhkan (what the world needs). Pada konsep ikigai, kempatnya haruslah beririsan yang disebut dengan ikigai.jika hanya dua atau tiga irisan saja, diyakini tidak akan memberikan kebahagiaan atau kepuasan yang sempurna.

Jadi kebahagiaan bisa diperoleh jika dengan keahlian yang kita miliki, kita dapat melakukan apa yang kita sukai. Ini disebut passion. Kemudian dari keahlian itu, kita mendapat bayaran setimpal, ini disebut profession. Melakukan apa yang kita sukai dan hal yang dibutuhkan oleh dunia maka disebut mission. Kemudian dari yang kita lakukan ternyata dibutuhkan dunia serta mendapat bayaran, disebut sebagai vocation. Jika keempatnya terpenuhi maka kita akan mendapatkan suatu fulfillment yang disebut dengan ikigai.

Menemukan Ikigai Kita

Loading...

Apakah Anda tertarik menemukan dan memiliki ikigai? Jika nantinya Anda sudah menemukan ikigai, bisa jadi akan merasakan perubahan prioritas atau malah menemukan arah hidup baru yang lebih menarik. Awal prosesnya mungkin tidak mudah tapi akan sepadan dengan kebahagiaan dan kepuasan hidup yang nantinya akan Anda rasakan. Misalnya, Anda memilih untuk memanfaatkan waktu lebih banyak bersama keluarga, memulai bisnis baru yang menggabungkan beberapa minat Anda sekaligus. Hal yang perlu ditekankan adalah ketika kita telah menemukan sisi ikigai maka sesulit apapun rintangan dan masalah, kita tidak akan mudah menyerah. Sebaliknya, kita akan menjalani aktivitas sehari-hari dengan semangat dan rasa senang, menjadi lebih kuat menghadapi tekanan, dan tidak mudah stres dan depresi.

Mari kita mulai dengan melakukan instrospeksi yang jujur dari diri sendiri. Kapan sebaiknya kita lakukan? Cobalah beristirahat pada akhir pekan. Akan lebih baik jika berada di tempat yang tenang dan jauh dari gangguan rutinitas karena akan memudahkan untuk merenungkan 4 komponen ikigai. Dalam introspeksi tersebut, identifikasi apa yang saja yang berpotensi menjadi ikigai Anda. Melalui passion, profession, mission, dan vocation maka Anda akan menemukan ikigai.

Proses pencarian ikigai pada setiap orang tentu akan berbeda dan unik jadi jika belum menemukan rangkaian lingkaran yang pas, tidak perlu khawatir karena perenungan dan pencarian bagi setiap orang bisa berbeda dan punya kekhasan tersendiri. Saat Anda tidak lagi bertanya apa yang akan dilakukan di hari libur, apakah hari ini akan membosankan, atau apa manfaat saya harus masuk kerja hari ini dan berbagai pertanyaan skeptis lainnya tentang kehidupan. Sebagaimana Anda tidak bertanya maka Anda pun tidak akan berkilah untuk menjawab pertanyaan tersebut, atau membenarkan tindakan negatif, seperti menjadi malas, marah, atau merusak maka bisa dikatakan bahwa Anda mulai menemukan ikigai. Bahkan Ikigai juga yang menjadi alasan Anda untuk tetap bangun pagi dan bersemangat menjalani aktivitas.

Temukan Ikigai Anda Dengan Bergabung di M! POWER by Sequis

Menemukan aktivitas yang benar-benar kita cintai untuk menjadi ikigai memang tidak mudah. Cara paling awam dan dan mudah bisa diukur dengan seberapa antusias kita membicarakan, mendengar, atau berbagi tentang suatu aktivitas. Jika kita sudah menemukannya dan yakin lalu jalani sebagai pekerjaan. Tentunya, kita cenderung menjalankan dengan senang hati dan sepenuh hati, penuh antusias dan jauh dari rasa bosan. Hal ini akan berbeda jika kita menjalankan pekerjaan karena terpaksa, misalnya karena status atau tekanan ekonomi. Hal ini terutama penting untuk diketahui generasi milenial, setelah lulus dan mencari pekerjaan atau saat menjalankan pekerjaannya karena milenial seringkali cenderung mudah bosan, berorientasi pada diri, dan memilih pekerjaan yang fleksibel.

Branding and Communication Stategist MiPOWER by Sequis Ivan Christian Winatha mengatakan, perilaku dan kebiasaan milenial yang berbeda dengan generasi sebelumnya perlu ditanggapi serius oleh industri karena kelak milenial akan menjadi penggerak ekonomi. Katanya, Sequis berinisiatif membantu menyalurkan keinginan dan harapan milenial melalui MiPrentice.

“Melalui unit bisnis baru Sequis, yaitu MiPOWER by Sequis, kami membentuk komunitas MiPrentice untuk milenial yang ingin mendapatkan pendapatan yang tak terbatas, bebas berekspresi, aktualisasi diri sebagai milenial tanpa dibatasi waktu bekerja, dan tentunya dapat berarti bagi sesama dengan menjadi agen asuransi khusus milenial,” ujar Evan. Ia optimis MiPrentice dapat menjadi wadah bagi milenial untuk menemukan ikagai dalam hidupnya.

Di MiPrentice, para milenial dapat belajar membangun bisnis asuransi dengan modal yang sangat kecil dan hanya menyasar konsumen milenial melalui produk MiProtection. Hal ini tentunya dapat membantu agen pemula untuk terjun ke masyarakat dan belajar berbisnis. Namun, MiPrentice tidak sekadar menawarkan karir menjadi agen asuransi tetapi juga membantu milenial dapat tumbuh menjadi pribadi yang optimis dan kaya akan pengetahuan.

Mengenai tantangan, tentu saja menjadi agen asuransi tidak akan lepas dari tantangan dan hambatan karena agen asuransi identik dengan target. DIperlukan kerja keras dan semangat. Tetapi, menurut Ivan, tidak perlu sampai tertekan hingga merasa stres dan menjadi kurang bahagia karena milenial yang kreatif akan memandang hambatan atau tantangan sebagai kesempatan untuk melatih dan mengembangkan diri menjadi lebih baik.

Bergabung dengan MiPrentice dapat membantu milenial mendapatkan dan melatih ikigai mereka karena kami berkomitmen untuk bekerja dengan semangat, mendapatkan banyak pengalaman yang membuat kita belajar berpikir positif, dan berkesempatan bertemu dengan banyak orang. “Menjalani pekerjaan sebagai agen asuransi bukan sekadar menyalurkan dan mengejar passion tetapi melakukan pekerjaan yang memberikan keseimbangan antara keinginan mendapatkan pendapatan besar tetap dapat bermanfaat bagi sesama. Menjadi agen saat usia milenial juga dapat melatih dan memperkaya jiwa agar kelak bertumbuh menjadi orang dewasa yang bijaksana, “ imbuh Ivan.

Pada akhirnya, dapat kita sebut bahwa kebahagiaan bukanlah tujuan hidup tetapi bagian dari perjalanan hidup jika kita telah menemukan ikigai. Menemukan ikigai pun tidaklah sulit, dapat kita temukan di sekitar kita, dari aktivitas sehari-hari, atau dari mimpi yang selama ini belum direalisasikan. Selama ada keinginan pasti ada jalan. Jadi, optimislah memandang tantangan tahun 2020! (ink)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.