MTs Tahfidz Raih Juara III MHQ

310
0
HAMALATUL QURAN FOR RADAR TASIKMALAYA MENUNJUKAN PIALA. Kepala MTs Tahfidz Pondok Pesantren Alam Tahfidz Hamalatul Qur’an Tasikmalaya Subardjo MSi (kiri) bersama Ridho Rijal Hawari menunjukan piala Juara III MHQ tingkat MTs se-Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

TASIK – MTs Tahfidz Pondok Pesantren Alam Tahfidz Hamalatul Qur’an Tasikmalaya meraih juara III Musabaqoh Hifdzul Quran (MHQ) tingkat MTs se-Kabupaten Tasikmalaya. Perlombaan tersebut diselenggarakan pada 18 Desember 2017 di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala MTs Tahfidz Pondok Pesantren Alam Tahfidz Hamalatul Qur’an Tasikmalaya Subardjo MSi mengatakan tahfid Alquran merupakan program unggulan di sekolahnya, sehingga setiap hari peserta didiknya menghafal Alquran baik pagi hari, sore dan malam hari. Maka dari itu Ridho Rijal Hawari Santri Kelas VII mampu meraih prestasi yang cukup membanggakan tersebut.

”Alhamdulillah ini menjadi motivasi bagi kami juga bagi peserta didik yang lainnya, karena ketekunan dan kedisiplinan dalam menghafal Alquran mengantarkan Ridho Rijal Hawari mendapatkan prestasi yang membanggakan sekolah dan pesantren,” tutur Subardjo saat di hubungi Radar, Minggu (7/1).

Menghafal Alquran tidak sulit, hanya yang menjadi tantangannya adalah mempertahankan hafalan serta tekun dan rajin untuk terus mengulang hafalan. Namun saat tampil di depan umum rasa percaya diri dan ketenangan menjadi kuncinya. Karena jika ada rasa gugup semuanya akan lupa.

Pimpinan Pesantren Alam Tahfidz Hamalatul Qur’an Tasikmalaya Cecep Iwan Ridwan SThI mengatakan, MTs Tahfidz Hamalatul Qur’an berada di bawah naungan pesantren. Sehingga program unggulannya adalah tahfidz Alquran disam­ping kegiatan lainnya seperti Pramuka, Beladiri Tapak Suci, Eco Green dan Agro, Seni Kali­grafi, Muhadhoroh (Pidato 3 Bahasa, Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris) juga Muha­waroh (Percakapan Bahasa Arab dan Inggris).

“Siswa kami wajib mondok, sehingga untuk hafalan Alquran setiap harinya terus terkontrol, siswa yang juga merupakan santri dibina agar kualitas dirinya lebih baik, tidak hanya mampu menghafal Alquran namun juga mampu memahami dan mengamalkannya serta menyampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari syi’ar agama,” ungkap Cecep. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.