Mudik 2019 Tekan 51 Persen Kecelakaan Lalu Lintas

38
ATUR ARUS MUDIK. Petugas Polres Tasikmalaya Kota mengatur arus mudik dan balik Lebaran di jalur Lingkar Gentong Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (7/6/2019). FOTO: Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

JAKARTA – Musim mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan juga jumlah angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 51 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama.

Kakorlantas Republik Indonesia mencatat, dari H-7 hingga H-3 Lebaran angka kecelakaan lalu lintas turun 51 persen. Tahun ini total ada 284 kecelakaan, dengan rincian korban meninggal dunia 61 orang, luka berat 42 orang, dan luka ringan 42 orang. Sedangkan di 2018, tercatat ada 703 kecelakaan.

Kecelakaan menurun tidak lepas dari antisipasi pemerintah mengurai kemacetan dengan sejumlah rekayasa lalu lintas, dan terutama adalah infrastruktur jalan tol yang dibangun pemerintah dalam beberapa tahun terakhir membuatkan hasil positif.

“Terbukti perjalanan mudik tahun ini dari Jakarta ke Semarang 6 jam, Jakarta ke Solo 8 jam, Jakarta ke Surabaya kurang dari 10 jam. Tentu ini sangat menggembirakan bagi para pemudik. Masyarakat puas karena mudik tahun ini lancar,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi Jakarta, Selasa (4/6).

Kendati jumlahnya menurun, Menteri Budi mengingatkan pemudik selalu berhati-hati dan waspada menempuh perjalanan pulang ke rumahnya masing-masing di Jakarta dan sekitarnya. “Alhamdullilah tadi dilaporkan ada penurunan angka kecelakaan, namun demikian kami harus tetap waspada karena masih ada lagi hari rekreasi setelah kegiatan Lebaran. Apalagi akan banyak bus-bus di area tempat wisata,” ujar Budi.

Keberhasilan menekan kecelakaan dan menekan kecelakaan juga kerja sama dari berbagai pihak dan juga masyarakat yang ikut menuruti perintah pemerintah.

DESAIN INFO GRAFIS: Sandy AW / Radar Tasikmalaya

Tugas mengantisipasi mudik Lebaran belum selesai, yakni arus balik mudik. Untuk itu Menteri Budi meminta bantuan kepada pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk menutup jalur-jalur yang tidak seharusnya dilalui bus-bus. “Kami meminta tolong dari Dinas Perhubungan dan kapolres untuk memetakan jalur-jalur dilakukan oleh para bus tersebut, karena bus tersebut biasanya mencari jalur yang bukan merupakan jalan semestinya,” ucap dia.

Mantan Dirut Angkasa Pura II ini juga mengimbau terhadap para pemudik sebaiknya ke Jakarta pada tangga 6 atau 7 Juni. “Puncak arus balik diprediksi pada tanggal 8 dan 9 Juni, karenanya saya menganjurkan para pemudik untuk kembali ke Jakarta tanggal 6 atau 7 Juni,” kata Menhub.

Ketua Harian Posko Mudik Kemenhub, Sigit Irfansyah mengatakan adanya jumlah penurunan traffic di jalan non-tol juga tampak dari jumlah kendaraan motor yang masuk dan keluar.

Kendaraan bermotor arah masuk sebesar 42.270 atau turun 75,09 persen jika dibandingkan tahun 2018 sebesar 169.755.

Sementara, untuk arah keluar 135.005 kendaraan mengalami penurunan sebesar 30,10 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 193.149. “Bukan orang yang bergeraknya berkurang. Hanya shifting dari non-tol menjadi ke jalan tol,” ujar Sigit.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengapresiasi pemerintah di mana tahun ini jumlah kecelakaan berkurang dan arus mudik berjalan lancar. Namun dia memperkirakan banyak pemudik yang akan balik ke Jakarta pada 8 atau 9 Juni. “Imbauan itu bagus, saya setuju. Tapi belum tentu pemudik bisa memenuhinya karena terkait jadwal kerja atau cuti yang sudah habis,” kata Tulus. (din/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.