MUI Kota Tasik Dukung RUU Minol, Tipiring tak Efektif

296
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi Minuman Beralkohol/ Net

KOTA TASIK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasik menyambut baik wacana pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Miniman Beralkohol (Minol) oleh DPR.

Aturan itu dinilai sangat diperlukan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya pengaruh Minol.

Sekretaris MUI Kota Tasik, KH Aminudin Bustomi mengatakan, pihaknya sangat mendukung agar RUU itu dapat segera dibahas.

Sebab, saat ini peredaran minol semakin gencar menyasar anak muda.

“Kita sangat dukung itu. Tak perlu jadi wacana lagi, kalau bisa segera diatur dalam Undang-Undang,” kata dia kepada wartawan, Minggu (15/11) malam.

Terang dia, minol adalah salah satu pemicu tindakan kriminal.

Sama seperti narkotika, peredaran minol harus dilarang agar tingkat kriminalitas dapat diminimalisir.

Namun, tambah dia, selama ini penegakan hukum kepada para pengedar masih sangat lemah.

Para pengedar dan penjual Minol rata-rata hanya dikenakan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring).

Aminudin mencontohkan, di Kota Tasik telah terdapat aturan yang mengatur mengenai larangan mengedarkan dan mengonsumsi minol.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tata Nilai.

Namun, sanksi kepada pelnggar dalam Perda itu baru bersifat administratif.

“Kalau hanya tipiring, tak ada efek jeranya. Dikasih sanksi Tipiring, dia pasti berbuat lagi. Harus ada aturan yang lebih tegas,” tambahnya.

Aminudin menandaskan, harus ada saknsi yang lebih tegas dari sekadar Tipiring.

Dengan begitu, peredaran Minol di masyarakat dapat ditekan. Dampaknya, menurut dia, angka kriminalitas juga dapat menurun.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.