MUI Mangkubumi Kota Tasik Minta Pengelola Kafe Terapkan Nilai Religi

563
0
KOMITMEN. MUI Kelurahan Mangkubumi melakukan pertemuan dengan pengelola salah satu kafe dan meminta komitmen untuk menerapkan nilai-nilai religius. IST

MANGKUBUMI – Tempat Pariwisata baik wisata alam maupun kafe-kafe dinilai masih punya stigma negatif. Peran ulama diperlukan untuk menjaga pariwisata dari praktek maksiat.

Seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Mangkubumi yang sempat bereaksi atas dibukanya sebuah kafe di wilayah tersebut. Pihak kelurahan pun memfasilitasi mediasi antara ulama dan pemilik kafe juga pengelolanya.

Baca juga : Bode Kembali Pimpin Dewan Kesenian Kota Tasik

Lurah Mangkubumi, Erik Nurbani mengatakan kafe tersebut dibuka pada 1 Oktober 2020. MUI bereaksi karena khawatir tempat tersebut malah menjadi kafe remang-remang.

“Akhirnya kita pertemukan kedua pihak pada hari Selasa (6/10),” ujarnya kepada Radar, Rabu (7/10).

Dari hasil mediasi tersebut, dibuat kesepakatan agar kafe itu harus menerapkan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Pemilik kafe pun pada akhirnya bersedia memegang komitmen tersebut.

“Sudah ada kesepahaman antara ulama dan juga pemilik kafe,” terangnya.

Ada pun beberapa poin dalam nota kesepahaman tersebut, di antaranya yakni kafe harus steril dari minuman beralkohol, tidak boleh beroperasi terlalu malam, tidak ada live music dengan menampilkan biduan berpakaian seronok serta harus menghentikan segala bentuk kebisingan di waktu azan.

Komisi Dakwah MUI Kelurahan Mangkubumi, Ustaz Yanyan Albayani menyebutkan ulama meminta komitmen tersebut untuk menjaga citra daerah. Karena tidak menutup kemungkinan pengelola kafe bandel jika tidak diingatkan sejak awal.

“Pada prinsipnya harus mengikuti aturan Perda Tata Nilai,” terangnya.

Baca juga : Satgas Covid-19 Singaparna Tasik Sosialisasi Prokes di Pasar & Terminal

Ulama yang juga Ketua FPI Kota Tasikmalaya itu menyebutkan bahwa di Mangkubumi terdapat banyak pesantren. Maka dari itu, pihaknya ingin mencegah terjadinya praktik maksiat khususnya di wilayah itu. “Jadi kami akan melakukan pengawasan baik di kafe tersebut, juga yang lainnya,” ujar dia.

Ketika ke depannya ada temuan pengelola tidak komitmen dengan nota kesepahaman yang dibuat, maka MUI akan mengevaluasi. “Ya kalau melanggar, kita buat rekomendasi untuk ditutup,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.