Akan Beri Pembinaaan dan Pandangan Hidup

MUI Pangandaran Minta Data Kaum Gay

92

PARIGI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran meminta pemerintah secara serius menanggulangi kaum gay atau LGBT di Pangandaran.

”Jelas sifat dan perilaku mereka (gay dan LGBT, Red) tidak boleh dibiarkan kalau tidak ada tindakan, sama saja membuat mereka sengsara dunia dan akhirat,” tutur Ketua MUI Kabupaten Pangandaran H Otong Aminudin kepada Radar Jumat (12/10).

Secara lahir, menurut Otong, pelaku gay atau LGBT sangat berisiko terjangkit penyakit berbahaya seperti HIV/AIDs. Sehingga bisa mengancam keluarga dan orang di sekitarnya juga. ”Bahayanya bukan untuk pribadinya saja,” tuturnya.

MUI berencana mendatangi dinas terkait, untuk meminta data lengkap dan alamat kaum gay yang terdata. ”Untuk selanjutnya kita bisa memberikan pandangan hidup atau pembinaan terhadap kaum gay ini, kita akan dorong ke arah sana,” ujarnya.

Menurut dia, prilaku tersebut bisa dipengaruhi beberapa faktor mulai dari masalah ekonomi, rumah tangga dan tentunya trauma di masa lalu. ”Jadi semua pihak juga harus terlibat untuk menyadarkan mereka, dari prilaku menyimpang tersebut,” tuturnya.

Otong menyebutkan lebih baik mereka diberi penyadaran tanpa harus dikucilkan dari lingkungan masyarakat. ”Lebih tepatnya harus memanusiakan manusia, ubah segala prilaku mereka,” tegasnya.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Surman saat dimintai tanggapan mengenai 15 pelajar yang terdata sebagai gay, belum bisa berbicara banyak.
”Saya mau cari dulu data yang otentik terkait ke-15 pelajar itu, apakah usia mereka SMP atau SMA,” terangnya.(den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.