Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.4%

7.3%

70.2%

Mulai 7 September, Pemohon SIM Wajib Tes Psikologi

11589
22

KARANGPAWITAN – Kepolisian menerapkan aturan baru dalam pembuatan atau perpanjangan surat izin mengemudi (SIM). Aturan tersebut yakni pemohon diwajibkan terlebih dahulu menjalani tes psikologi.

“Aturan baru ini akan berlaku pada 7 September 2020. Aturan ini berlaku di seluruh Polres di Indonesia, bukan di Garut saja,” ujar Kasat Lantas Polres Garut AKP Asep Nugraha kepada wartawan, Jumat (4/9).

Baca juga : Siswa Kurang Mampu di Garut Dapat Bantuan HP, Laptop..

Menurut dia, dengan aturan baru itu, dalam pembuatan SIM baru atau perpanjang ada syarat tambahan bagi para pemohon yakni tes psikologi yang harus diikuti setelah menjalani tes kesehatan.

“Saat ini masih tahapan sosialisasi sedangkan pelaksanaannya akan dimulai pekan depan,” ujarnya.

Asep mengatakan pelaksanaan tes psikologi bagi setiap pemohon SIM diharapkan bisa lebih memperketat pemberian SIM yang ujung-ujungnya bertujuan untuk menekan tingginya kasus kecelakaan lalu-lintas.

Tingkat kestabilan psikologis seseorang dinilainya sangat besar pengaruhnya untuk pengontrolan emosi seseorang serta ketaatan terhadap aturan.

Pemberlakuan tes psikologi, kata Asep, berdasarkan Pasal 34 huruf B perkap 9 tahun 2012 tentang SIM. Pasal 34 menyatakan persyaratan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 hurup C meliputi kesehatan jasmani dan kesehatan rohani.

Baca juga : Kasus SOr Ciateul Garut Mulai Disidangkan

Adapun yang dimaksud kesehatan rohani dalam Pasal 34 hurup B meliputi kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi, dan ketahanan kerja.

“Sedangkan untuk kriteria penilaian, tes psikologi ada di pasal 37 ayat 1, 2 dan 3. Di dalamnya dijelaskan materi yang diujikan dalam tes psikologi yang dijadikan syarat permohonan SIM baru dan perpanjangan,” katanya. (yna)

loading...

22 KOMENTAR

  1. tambah lama koq tambah ribet… ujung2nya suruh bayar .. dulu biaya sim hanya 75 atau sesuai form sim.. tapi skrg jadi hampir 200rbu..

  2. mending g usah bikin sim sklian aja.ribet..ujung ujung nya duitttt.dah susah ketambah susah.enak aparat digaji pemerintah.harusny yg diperketat itu tes psikolog tiap bulan bagi anggota tni dan polisi.karna mereka pengayom tapi jadi sering terlibat kerusuhan dan kriminal

  3. Sudah diberlalukan tapi masih ga jelas tes psi. nya dilakukan di mana… ntar sudah ngajuin suruh balim lagi… gimana nih… ga jelas…hadeuh udah susah ditambahin lagi….

  4. Semakin banyak yang gak punya SIM, katanya berkendara harus punya SIM, tapi mau bikin SIM diruwet-ruwet, sebenarnya maunya apa sih ???

  5. skrang ja brp bnyak masyarakat yg blum pnya sim, krn proses yg bnyak mnyita wktu hrus bolak balik tes jk gagal, skrang tmbah lg.. makin males dah org bikin sim.. & mkin sejahteralah pr calo pmbuatan sim itu…

  6. NKRI (negara kepolisian republik indonesia) negara ini bukan lagi presiden yang ngatur tapi justru polisi. Polisi sampah masyarakat. 75% masyarakat benci polisi. UUD polisi. (ujung-ujung duit)

  7. Niat nya sih baik tapi pengaplikasian nya pasti nanti gak ngotak, contoh pernah gak kalian di jalan suruh naik motor harus jalan bentuk angka 8 ?

  8. Nanggung amat, tambahin tes fisik, tes bongkar mesin, tes IT, tes ngaduk semen, tes masak.
    Sak karep mu, jadi makin males urusan sama yg namanya polisi

  9. Menurut saya tidak perlu ada tes psikologi tidak ada gunanya ini buat celah buat calo cari duit dalam pengurusan SIM, janganlah makin dipersulit dalam pengurusan SIM. Kalau menurut saya dibatalkan aja tes psikologi. Tks

  10. Perpanjangan Simku agustus kpn hr sdh hrs pakai surat Sehat dan surat psikotest. Surat Psikotes cm formalitas sj. Bayar 75 rb. Hrsnya di bkin simple malah Menambah ruwet dlm susana Pandemi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.