Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Mulai Masuk Tahap Penyidikan, Sudah Lakukan Ekspose

41
0
ilustrasi

BANJAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjar meningkatkan proses penindakan menara telekomunikasi (tower) ilegal di wilayah Pintu Singa Kecamatan Banjar ke tahap penyidikan. Sebelumnya, prosedur penindakan peringatan sudah selesai dilayangkan.

Memulai tahap penyidikan, Satpol PP sudah melaksanakan ekspose bersama polisi, kejaksaan serta OPD terkait di Dinas Perizinan Kota Banjar. Dalam ekspose itu, tower dinyatakan melanggar Perda nomor 5 tahun 2013 tentang Pengendalian Menara Telekomunikasi Pasal 4.

Dalam ekspose disepakati bahwa tower tersebut melanggar perda Kota Banjar karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) sebagaimana tertera pada pasal 4 dalam perda. Dalam pasal itu, kata dia, setiap orang atau badan yang akan mendirikan menara telekomunikasi harus mendapatkan izin yang berlaku, yakni izin mendirikan bangunan menara telekomunikasi dari Dinas Perizinan. “Prosesnya sekarang masuk tahap penyidikan,” ujar Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Banjar Asep Sutarno Senin (18/11).

Penyidikan, kata dia, merupakan proses penindakan dalam penegakan perda. PPNS yang ditunjuk dari Satpol PP nantinya akan memanggil perusahaan pemilik tower. “Nanti PPNS dari Satpol PP akan melakukan penyidikan, mem-BAP pemilik tower,” kata dia.

Sebelumnya, Satpol PP Kota Banjar sudah melakukan proses penindakan dari mulai penyampaian surat peringatan. Namun, tower yang berada di area lingkungan masyarakat di RT 02 RW 17 Kecamatan Banjar itu masih beroperasi. “Setelah di-BAP dan selesai, kemudian terbukti tidak ada izinnya, kami bersama polisi dan kejaksaan akan menyegel dan mematikan tower tersebut,” kata Asep.

Sementara itu, perwakilan dari pemilik tower Bima mengatakan akan mengikuti ketentuan yang berlaku. “Kami akan mengikuti aturan. Kami sudah menyampaikan permohonan berkas untuk pembuatan IMB tower ke Dinas Perizinan Kota Banjar, namun ditolak,” kata dia.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar Dewi Ambarwati saat dikonfirmasi mengatakan tower tersebut memang belum mengantongi izin. “Ya benar tidak ada izinnya. Mereka (pemilik tower) pernah mengajukan permohonan namun kami tolak karena tidak sesuai dengan Keputusan Wali Kota (Kepwal) Zonasi,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.