Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Mulai Sebabkan Macet hingga Kabel Putus

158
0
FIRGIAWAN / RADAR TASIKMALAYA BELUM TUNTAS. Proyek gorong-gorong di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya sampai kemarin (19/10) masih dalam tahap pengerjaan. Proyek pembangunan gorong-gorong kini mendapatkan sorotan publik.

Pengerjaan Proyek Gorong-Gorong Disorot Publik
TASIK – Pekerjaan rehabilitasi drainase yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya di beberapa ruas jalan di dalam maupun luar pusat perkotaan, menjadi sorotan publik. Sebab, dalam pengerjaan proyek yang ditargetkan tuntas 15 Desember 2017 itu, terjadi beberapa gangguan yang mengganggu kepentingan masyarakat. Mulai mengganggu lalu lintas, pipa PDAM sempat bocor dan fiber optik milik Telkom putus.
“Memang yang paling terlihat itu kemacetan yang terjadi akibat pekerjaan jalan. Tetapi di beberapa ruas jalan juga terjadi kebocoran pipa PDAM, kerusakan fiber optik milik Telkom,” ujar Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi, saat menghubungi Radar, kemarin (19/10).
Dia menduga tidak ada izin resmi serta minimnya koordinasi dinas terkait terhadap para kontraktor proyek itu sendiri. Sebab, apabila dinas terkait mengeluarkan surat imbauan atau pemberitahuan kepada pihak ketiga bahwa di beberapa ruas jalan tertanam pipa dan fiber optik tentu tidak akan terjadi gangguan.
“Disinyalir koordinasi minim. Seolah tidak ada surat izin atau koordinasi sehingga pihak ketiga seenaknya saja menggali dan terjadilah gangguan terhadap beberapa utilitas tersebut,” tutur pria yang kerap disapa Jun ini.
Bahkan, kata dia, di beberapa lokasi pengerjaan, tidak ditemukan papan plang pemberitahuan proyek. Sehingga banyak pihak yang menduga pekerjaan tersebut ilegal.
“Yang lebih parah lagi, pihak penegak hukum seolah menutup mata. Padahal masyarakat sudah banyak yang komplain. Ada apa ini, seolah dibiarkan saja,” tegas tokoh muda ini.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek gorong-gorong pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya Indra Risdianto membantah tidak adanya plang papan proyek di setiap ruas jalan yang drainasenya direhabilitasi dan ditingkatkan kapasitasnya. Dia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak utilitas bahwa akan melaksanakan pekerjaan jalan tersebut. “Target pekerjaan berakhir itu di 15 Desember 2017. Kami memohon maaf atas gangguan yang ditimbulkan kegiatan ini,” ungkapnya.
Ditanya soal total jumlah pekerjaan, dia mengaku tidak bisa memaparkan sebab sedang berada di luar kota mengikuti diklat. Hanya untuk di wilayah pusat perkotaan, kata dia, yang paling besar memakan anggaran yakni di Jalan HZ Mustofa. Ada dua paket pekerjaan. Masing-masing dengan pagu anggaran senilai Rp 5 miliar dan Rp 7,5 miliar.
“Sebab itu ada pekerjaan hotmix juga sekitar 50 persennya. Usai pekerjaan gorong-gorong selesai, langsung diperbaiki. Di Jalan SL Tobing juga terdapat dua paket pekerjaan dengan total pagu anggaran masing-masing Rp 5 miliar,” terangnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.