Mulai Tercium Bau Belerang

308
0
YANGGI F IRLANA/RADAR TASIKMALAYA MENGAMBIL AIR. Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Dinas LH Farhan Fuadi saat mengambil sampel air panas yang menyembur di Kampung Sindangsari Desa Cigunung Kecamatan Parungponteng kemarin.

PARUNGPONTENG – Bau belerang mulai tercium menyengat di lokasi semburan lumpur dan air panas di Kampung Sindangsari Desa Cigunung Kecamatan Parungponteng pada hari ketiga kemarin (25/10).
Makmur Maulana (51), pemilik lahan semburan lumpur dan air panas menjelaskan kemarin aroma bau belerang tercium sangat kuat. Air yang keluar pun cukup panas. Tidak lagi bercampur dengan lumpur. Debit air yang keluar di hari ketiga ini masih sama dengan hari pertama. Kadang naik dan turun. “Kalau hari pertama bau belerang tidak begitu kuat. Beda dengan sekarang sangat tercium,” terangnya.
Walaupun air panas terus keluar dan mengalir ke selokan, kata dia, sejauh ini tidak ada dampak pencemaran terhadap sumur warga yang berada di sekitar titik semburan. Kolam ikan yang diairi dari selokan pembuangan air panas tersebut juga tidak tercemar. “Saya pantau tidak ada dampak juga kepada kolam ikan warga. Karena memang kalau musim kemarau selokan ini kadang mengeluarkan air panas juga,” paparnya.
Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tasikmalaya Farhan Fuadi menerangkan saat ini pihaknya melakukan pengukuran PH atau kadar air yang keluar dari semburan tersebut. “Ya kita akan periksa dulu kadar airnya seperti apa,” terangnya.
Secara kasat mata, kata dia, fenomena semubran itu hanya sebatas air hangat saja yang bercampur dengan belerang. Karena memang lokasinya merupakan alur magmatis. Bahkan di beberapa titik di Parungponteng juga ada sumber air panas yang dimanfaatkan warga untuk pemandian air panas. “Suhu air panas yang keluar mencapai 80 derajat,” ucapnya.
Selain kadar air, LH juga akan melakukan pemeriksaan udara. Sejauh ini memang sudah tercium aroma dari belerang yang sangat kuat. Namun belum bisa dipastikan kadar airnya seperti apa.
Pantauan Radar, hari ketiga semburan lumpur panas menjadi tontonan warga baik yang berasal dari Kecamatan Parungponteng maupun luar kecamatan. Bahkan ada beberapa warga yang sengaja mengambil air menggunakan botol plastik untuk dibawa ke rumah. Seperti yang dilakukan oleh Fadli (72), warga setempat. “Ya biasanya kalau air panas bisa untuk mengobati yang gatal. Jadi penasaran saya ngambil saja tadi,” katanya.
Tidak hanya mengambil untuk dibawa, banyak warga juga yang mengambil air menggunakan ember dan merendamkan kakinya ke dalam ember tersebut. “Enak untuk yang gatal-gatal. Bahkan yang pegal-pegal juga enak tidak terlalu panas cukup untuk merendam kaki,” papar Ade Rengganis (37), warga sekitar lokasi kepada wartawan kemarin. (yfi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.