Mulyadi; Zona Merah Pandemi Covid-19 Berdampak Zona Merah Ekonomi

100
0

Sudah tiga bulan lalu pemerintah sudah diingatkan untuk segera merespon penyebaran Virus Covid-19 dengan dua konsentrasi, yakni penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonomi.

Anggota DPR RI dan Anggota Badan Anggaran Fraksi Gerindra Mulyadi mengatakan, di awal Maret lalu, telah terjadi gelombang capital outflow di pasar modal.

Dimana asing melakukan nett sell terus menerus, nilai rupiah terkoreksi dan harga harga bahan pokok cenderung naik. Hal ini akibat mulai goyahnya tingkat kepercayaan pasar.

“Karena lambatnya respon pemerintah menghadapi penyebaran virus covid-19 ditambah statmen-statmen yang muncul dari pemerintah yang terkesan menganggap sepele pada saat itu,” kata dia.

Saat ini, kebijakkan pemerintah bukan saja secara prioritas untuk menyelamatkan nyawa dan kesehatan masyarakat tapi juga dampak sosial ekonomi sebagai gelombang lanjutan.

Yang tentunya harus juga menjadi perhatian Pemerintah dan menjadi tugas bersama semua pihak, termasuk masyarakat sendiri.

Karena, zona merah pandemi Covid-19 di beberapa wilayah sudah mengakibatkan zona merah ekonomi di hampir seluruh wilayah.

Untuk hal tersebut, diharapkan pemerintah memiliki roadmaps baru sebagai respon terhadap dua konsentrasi tersebut.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 dan kementerian kesehatan harus diapresiasi.

“Karena sudah luar biasa menjadi Garda terdepan bersama tim medis untuk menangani pandemi tersebut, baik penanganan korban dan upaya untuk mengurangi penyebaran virus tersebut,” ungkap dia.

Keberhasilan penanganan Covid-19 oleh tim gugus tugas sudah barang tentu akan menyelamatkan bukan saja manusianya tetapi juga sosial ekonominya.

Sementara Pemerintah yang saat ini sudah mendapatkan payung hukum dengan disahkannya, Perppu No 1 tahun 2020 menjadi UU, dengan implementasi program re-alokasi anggaran dan refocusing program di setiap kementerian.

Hal yang perlu menjadi perhatian khusus dalam realokasi dan refocusing adalah mengedepankan prinsip efisiensi dan efektifitas dalam setiap kebijakan anggaran, termasuk tentunya menetapkan program prioritas anggaran serta harus bisa dipertanggungjawabkan.

Skala prioritas tentu yang terkait penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonomi masyarakat, sehingga pada akhirnya bisa menyelamatkan dan menenangkan masyarakat.

Karena kenyataan hari ini dampak pandemi telah melahirkan dampak ekonomi yang sangat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, skala prioritas yang dimaksud seperti penundaan program infrastruktur yang belum mendesak.

Yang membutuhkan dana besar dan pelaksanaan Pilkada yang tentative akan dilaksanakan bulan Desember 2019, khusus Pilkada, sebaiknya pemerintah menggeser saja ke tahun 2022.

Sehingga bisa sekaligus diselenggarakan dengan pelaksanaan pilkada yang akan dilaksanakan tahun tersebut, di samping menjadi lebih efisien terkait anggaran, tentu diharapkan tahun tersebut pandemi sudah bisa diatasi.

Dalam berita Medicine News Today, perlu 12 Bulan setelah vaksin ditemukan, bisa terdistribusi keseluruh populasi dunia, sementara pengujian beberapa vaksin masih terus dilakukan.

Khusus daerah yang akan berakhir masa jabatannya, segera diisi pejabat sementara melalui keputusan Mendagri yang tentu tetap berdasarkan aturan di atasnya.

Hal Ini juga untuk menghindari inkumben yang akan maju lagi “Memanfaatkan anggaran dan program” untuk kepentingan kampanye, jangan sampai, masa karantina pandemi di lanjutkan karantina pejabat yang menyelewengkan anggaran negara.

“Terakhir, kita terus berikhtiar dan berdoa bersama, supaya bencana nasional ini bisa kita lewati dan diatasi dengan tetap mengedepankan bergotong royong. Kebersamaan dan saling percaya semua pemangku kepentingan. Khusus tim medik, kita tetap beri penghargaan tertinggi sebagai pahlawan kemanusian yang akan tercatat sepanjang sejarah kehidupan bangsa,” tambah dia.

(diki setiawan/rls)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.