Mundur, KH Arif Dukung Iing-Oih

266
0
ISTIMEWA DUKUNG IING-OIH. KH Arif Ismail Chowas (dua kanan depan) dan para kiai menunjukkan nota kesepahaman pemberian dukungan untuk pasangan Iing-Oih.

Minta Pendidikan Agama dan Guru Ngaji Diperhatikan
BAREGBEG – Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna Kecamatan Baregbeg KH Arif Ismail Chowas memutuskan mundur dari Pilkada Ciamis. Dia pun memilih menitipkan dukungannya kepada pasangan Iing Syam Arifin-Oih Burhanudin.

Arif mengungkapkan keputusan itu diambil melalui pertimbangan para kiai dan ajengan yang tergabung dalam Forum Guru Ngaji Nusantara (FGNN) Ciamis. Dia mengakui, awalnya ia merasa terpanggil untuk menentukan nasib Ciamis ke depan. Ia pun diberi amanat oleh para kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk maju dalam Pilkada 2018.

“Makanya kami ikut nyalon. Diawali dengan halaqoh, punya maksud dan tujuan juga idealisme yang diperjuangkan. Setelah perjalanan sekian lama, hadapan ini mendapatkan hal yang cukup pelik. Ada kebuntuan. Meskipun gagal maju di Pilkada Ciamis, perjuangan untuk Ciamis ke depan harus dilanjutkan,” ungkap Arif yang juga ketua Yayasan Dar El-Rahman Pondok Pesantren Miftahul Ulum Senin siang (18/12).

Berdasarkan hitung-hitungan politis, ideologis serta komitmen, lanjutnya, para kiai memutuskan mengalihkan dukungan kepada pasangan Iing-Oih. Alasannya, dari segi komitmen, pasangan ini lebih dekat dan nyambung dengan NU.

Sebelum keputusan itu dibuat, kata dia, para kiai telah lebih dulu melakukan jajak pendapat melalui rapat tim di tingkat kecamatan dan desa dengan jumlah peserta 1.320 orang.

Dalam rapat itu disepakati dukungan diberikan kepada incumbent. Namun tidak begitu saja. Para kiai lebih dulu mengajukan konsep pengembangan pendidikan keagamaan yang terdiri dari lima poin. Diantaranya penguatan lembaga-lembaga keagamaan, pembangunan infrastruktur keagamaan, pembentukan perda pondok pesantren, penguatan ekonomi keumatan melalui lembaga keagamaan, serta bantuan untuk lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren.

Menurut Arif, konsep itu disambut baik oleh pasangan Iing-Oih. Mereka menyatakan siap melaksanakan hal tersebut. “Maka dari itu kami langsung membubuhkan secara tertulis, secara seremonial (dibuat) nota kesepahaman. Aspirasi dari para ajengan dan kiai untuk dilaksanakan. Demi memajukan syariat Islam, pendidikan pesantren di Ciamis agar lebih maju dan mencetak masyarakat memiliki akhlak yang baik,” paparnya.

Penandatanganan nota kesepahaman dengan incumbent, lanjutnya, dilakukan usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad Pondok Pesantren Miftahul Ulum ke-53 Tahun 2017 beberapa hari lalu. “Tentunya (dengan) keputusan ini, kami jelas sudah mengambil langkah bulat, karena ini keputusan bersama,” tegasnya.

Terpisah, Drs H Iing Syam Arifin MM mengungkapkan secara umum konsep yang diajukan para kiai dan ajengan telah dijalankan oleh pemerintah daerah selama ini. Hanya saja, anggarannya masih kecil. “Melihat dari isi maklumat sudah ada (sudah dijalankan, Red). Tapi, nanti setelah pembangunan jalan, puskesmas dan pembangunan pendidikan sudah selesai, rencana kami baru akan mengalokasikan untuk kesejahteraan ponpes dan para guru ngaji,” ungkapnya.

Wakil Bupati Ciamis H Oih Burhanudin menuturkan karir politiknya bermula dari seorang Ajengan. Ia juga mengaku lahir di keluarga santri, sehingga cocok berpasangan dengan Iing dan layak mendapat dukungan dari para santri. “Kami jelaskan di sini, bahwa kami adalah keluarga santri. Sehingga tidak ada lagi fitnah kepada kami,” tandasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.