Munggahan, Warga Membludak ke Pasar Cikurubuk Kota Tasik

944
0

KOTA TASIK – Sehari menjelang puasa (Munggahan) warga Kota Tasik membludak mengunjungi Pasar Cikurubuk, Kamis (23/04) siang.

Hal ini menunjukkan pemberlakuan physical distancing yang dianjurkan pemerintah dalam upaya menjaga penyebaran covid -19 di Kota Tasik, seolah tidak berlaku di lokasi pasar-pasar tradisional, jelang hari pertama Bulan Ramadan 1441 Hijriyah.

Ratusan masyarakat bahkan tumpah ruah dan bergerombol serta berdesak- desakan di lokasi pasar-pasar tradisional seolah tak takut lagi akan penyebaran virus corona.

Baca juga : 15 Pemuda & 2 Wanita Warga Indihiang Tasik Pesta Miras Digelandang Polisi

Saking banyaknya, arus lalu lintas di sekitar pasar berdasarkan informasi di lapangan, tersendat akibat banyaknya kendaraan yang terparkir khususnya sepeda motor.

Mereka kebanyakan merupakan masyarakat yang akan berbelanja bahan pokok untuk kebutuhan munggahan dan kebutuhan sahur pertama bahkan selama Bulan Ramadan.

Adapun pasar tradisional yang paling banyak dikunjungi warga adalah Pasar Induk Cikurubuk di Kecamatan Mangkubumi.

Loading...

Di pasar tersebut, sejak dini hari telah banyak dikunjungi para pembeli.

Sedangkan pedagang yang banyak didatangi pembeli adalah penjual daging sapi, pedagang daging ayam, pedagang ikan dan sayur-sayuran.

Tak heran jika beberapa bahan pokok rata rata harganya lebih mahal dibanding biasanya.

Di Pasar Cikurubuk saat sehari menjelang Ramadan, harga daging sapi yang biasanya dijual antara Rp 110 ribu hingga hingga Rp 115 ribu per kg, kini naim dijual antara Rp120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram atau mengalami kenaikan antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram.

Begitu pula dengan harga daging ayam baik hayam ras maupun kampung. Harga daging ayam ras yang biasa di jual Rp 29.500 per kilogram, kini harganya tembus Rp 40.000 per kilogram.

Sedangkan harga ayam kampung yang biasa dijual Rp 60.000 per kilogram, naik menjadi Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per kilogram.

Untuk harga sayuran, harga yang cukup tinggi terjadi pada harga bawang merah dan bawang putih.

Harga per kilogram bawang merah kini dijual Rp 48.000 per kilogram. Sementara itu bawang putih dijual Rp 40.000 hingga Rp 42.000 per kilogram.

Sedangkan untuk harga sayuran jenis cabe yang biasanya mengalami lonjakan harga ketika menjelang Ramadan, kini harganya cukup stabil.

Cabai merah besar misalnya, kini harganya Rp 30.000 per kilogram. Begitu pula dengan cabai merah keriting, kini dijual dengan harga Rp 27.000 per kilogram.

Harga jual yang cukup tinggi juga masih terjadi pada harga gula pasir. Kini harga gula pasir di Pasar Cikurubuk masih dijual dengan harga Rp 17.500 hingga Rp 18.000 per kilogram.

Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sendiri untuk gula pasir hanya Rp 12.500 per kilogram.

Nanang Kuswara (39), salah seorang pedagang sayur di Pasar Cikurubuk mengatakan, untuk musim munggahan puasa tahun ini harga sayuran relatif stabil.

Bahkan untuk harga cabe merah yang biasanya tembus Rp 80.000 per kilogram, kini masih dijual Rp 30.000 per kilogram.

“Sekarang mah stabil pak ga seperti tahun lalu, lagian yang belinya juga tidak terlalu banyak,” ujar Nanang kepada wartawan.

Sementara itu Tatang H l, salah seorang penjual daging di Pasar Cikurubuk menuturkan, harga daging sapi jelang puasa tahun ini relatif sama dengan harga normal, kalaupun ada yang menaikan harga itu sebatas penawaran saja.

“Ya kalau pedagang biasanya gitu, ditawarkan dulu harga diatas, tapi kalau yang belinya nawar harga normal juga nantinya diberikan,” tuturnya.

Apalagi, jelas Tatang, disaat ekonomi sulit akibat corona seperti ini mana ada pembeli yang berani membeli dengan harga tinggi.

“Daripada tidak terjual, mending kita jual seperti biasa saja. Kalaupun ada naik harganya, naiknya hanya sedikit. Itupun mungkin hanya untuk hari ini saja,” jelasnya.

(rez/ age)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.