Musala Taman Dadaha Mesti Dievaluasi

79
0
DIPERBAIKI. Musala dan toilet di Taman Dadaha mulai diperbaiki oleh Dinas Perwaskim kemarin. Aliran listrik dan air dinormalkan lagi. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Keberadaan musala di kawasan Taman Dadaha yang dipakai mesum para pasangan kekasih harus dievaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. Pemerintah perlu mengawasi serius tempat ibadah tersebut agar perbuatan asusila tidak terjadi di tempat suci.

Pimpinan Ponpes Al Mujahidin Ustaz Yusuf Roni menyatakan, dibangunnya musala di Taman Dadaha merupakan sebuah niat baik untuk memfasilitasi pengunjung beribadah. Akan tetapi, niat baik saja belum cukup karena harus ada pengawasan dan pengelolaan serius. “Jangan sampai pembangunannya hanya untuk sekadar menyerap anggaran saja,” tuturnya.

Menurut dia, langkah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perawaskim) yang memperbaiki toilet musala setelah adanya kasus amoral, merupakan kebiasaan buruk birokrasi. Seharusnya persoalan ini bisa dicegah sejak dini. “Memang bagus langsung diperbaiki, tapi seharusnya lakukan upaya pencegahan,” ujar dia.

Pihaknya meminta keberadaan musala itu dikaji kembali. Jika memang pemerintah tidak bisa melakukan upaya pencegahan, maka lebih baik musala itu dihilangkan. “Dari pada nanti disalahgunakan lagi, ditambah karena tidak jauh dari lokasi ada musala warga,” katanya.

Jika memang keberadaan musala itu dinilai penting, maka pemerintah ha­rus bisa menerima konsekuensinya melalui pengelolaan dan pengawasan serius. Lebih bagus lagi jika dibangun pos pengamanan supaya kepolisian, TNI atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bisa menempatkan personelnya. “Dengan begitu para oknum itu tidak akan berani berbuat senonoh, bukan hanya di musala tapi di lingkungan Dadaha,” ujar dia.

Terkait pos pengamanan, Kepala UPTD Pengelola Kompleks Dadaha Gumilang Herdis Kiswa menyebutkan, tahun ini pihaknya mengajukan anggaran pembangun pos pengawasan wilayah Dadaha. “Mudah-mudahan bisa terlaksana, karena kalau untuk sekarang kami belum ada anggarannya,” ujarnya.

Pos tersebut bukan semata-mata untuk pengawas keamanan saja tetapi juga bisa menjadi pusat informasi untuk pengunjung dari luar Tasikmalaya. “Jadi kalau ada orang luar yang baru pertama kali ke Dadaha, tidak akan bingung,” kata dia. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.