Musim Hujan, Jalan Ciranca Berlumpur

100
0
ISTIMEWA BERLUMPUR. Jalan Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah kondisinya berlumpur ketika musim hujan. Banyak kendaraan yang terjebak dan harus diderek, Minggu (24/11).

CIPATUJAH – Jalan Ciranca yang menghubungkan Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah dan Desa Bojong Kapol Kecamatan Bojonggambir berlumpur dan tak beraspal, kondisinya diperparah ketika musim hujan. Warga mengeluhkan sudah puluhan tahun jalan tersebut belum tersentuh aspal.

“Kondisi jalan akan semakin parah ketika hujan. Karena jalan menjadi becek dan dipenuhi lumpur, sehingga sangat menyulitkan untuk dilalui,” ujar Encep (40), warga setempat kepada Radar, Minggu (24/11).

Kata dia, ketika memasuki musim hujan, para pengendara sepeda motor dan mobil harus benar-benar berhati-hati, karena kondisinya licin dan sangat sulit dilalui. “Licinnya karena air bercampur dengan tanah merah, mengingat jalan ini belum pernah diaspal,” ujarnya, menjelaskan.

Dengan kondisi ini, kata dia, tak jarang banyak pengendara sepeda motor yang jatuh, apalagi yang baru pertama kali melewati jalan tersebut. “Selain licin, jalan ini pun dipenuhi bebatuan dan berlubang yang mengakibatkan semakin sulit ketika musim hujan. Tak jarang kendaraan roda empat seperti truk yang terjebak dan tidak bisa melewatinya,” katanya.

Dampak dari kondisi jalan yang rusak, kata dia, warga mengaku kesulitan untuk menjalankan aktivitas perekonomian, pendidikan dan menunjang kesehatan. “Termasuk bagi para petani yang mengangkut hasil bumi pun cukup menyulitkan apabila melewati jalan ini. Maka dari itu, warga sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk bisa segera memperbaiki jalan yang sudah cukup lama dibiarkan,” ujarnya, menambahkan.

Ketua Karangtaruna Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Aom menyebutkan, jalan tersebut memang cukup penting untuk menunjang akses perekonomian warga. Apalagi menjadi akses utama yang menghubungkan ke daerah lain “Tentunya jika jalan tersebut diaspal maka bisa melancarkan akses perekonomian masyarakat. Kami mendorong pemerintah agar segera membantu pembangunan jalan tersebut, karena ini statusnya jalan desa dan dana desa tidak akan cukup memperbaiki jalan tersebut,” katanya.

Loading...

Kepala Desa Nagrog Enji Risandi mengatakan, pembangunan infrastruktur di desanya baru dilakukan beberapa persen saja, artinya masih banyak yang belum tersentuh, karena dana desa tidak cukup untuk membangun infrastruktur jalan sepanjang 15 kilometer dalam jangka waktu setahun.

“Butuh anggaran besar untuk membangun jalan ini, kami baru beberapa kilometer melakukan pengaspalan. Kami sangat berharap untuk membangun infrastruktur tidak hanya dari dana desa saja, tetapi dari program lainnya. Pasalnya desa kami masih butuh banyak dana untuk pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur,” ucapnya.

Maka dari itu, kata dia, pihaknya sangat berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa memperhatikan dan mengucurkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan, terutama yang belum tersentuh dana desa.

“Pembangunan infrastruktur penting untuk menunjang transportasi masyarakat, maka kami lakukan perbaikan secara bertahap yang dianggarkan dari dana desa. Adapun target perbaikan kami pilih titik mana yang dianggap urgent untuk segera diperbaiki,” ujarnya, menjelaskan. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.