Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Musisi Peduli Tasik dan Bikers Brotherhood Bagikan Ratusan Parsel

632
0

KOTA TASIK – Pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia sesuai Undang-Undang, menggunakan metoda Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Secara garis besar metoda PSBB yaitu membatasi aktifitas manusia agar supaya tidak bertemu langsung satu sama lain atau Physical Distancing.

Pelaksanaan metoda PSBB tentunya tentunya memilki dampak positif dan negatif terhadap sendi kehidupan sosial, ekonomi maupun politik.

Dampak positifnya bahwa dengan Physical Distancing maka pemutusan mata rantai penyebaran Covid19 dapat berjalan dengan baik.

Adapun salah satu dampak negatifnya adalah roda perekonomian tidak berjalan dengan baik.

Transaksi ekonomi mulai dari skala makro ataupun mikro cenderung mulai terhenti dan ini bisa menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan.

Telah cukup banyak orang telah kehilangan mata pencaharian ataupun pendapatannya mulai terus menurun.

Kondisi yang telah dipaparkan tentunya sangat menggugah kami untuk peduli dan berbuat sesuatu untuk negeri, dengan harapan supaya tetap bersemangat ditengah keadaan yang memprihatinkan ini.

Oleh karena itu maka kami Musisi Peduli Tasikmalaya dan Bikers Brotherhood 1% MC Cp Taciban (Check point Tasikmalaya Ciamis Banjar) mengadakan kegiatan bertema Sharing and Caring In Covid-19 Crisis.

Sharing and Caring In Covid-19 Crisis ini dihelat -3 Hari Raya Idul Fitri 1441 H yaitu, Jumat (22/05) bertempat di sekitar wilayah Kota Tasikmalaya.

Dikatakan Perwakilan Musisi Peduli Tasikmalaya, R Atik Suwardi, jenis kegiatan sosial yang dilakukan pihaknya kali ini berupa pembagian bingkisan Lebaran (Parsel) kurang lebih sebanyak 300 pics.

“Penerima bingkisan Lebaran ini adalah kaum dhuafa, anak yatim piatu, kaum disabilitas dan para pejuang kemanusiaan,” ujar Atik yang ditemui radartasikmalaya.com disela pembagian parsel kepada para petugas medis di RS Jasa Kartini.

Terang dia, kaum dhuafa, anak yatim piatu serta kaum disabilitas semuanya terdapat di lima titik lokasi.

“Data penerimanya berdasar hasil survey langsung yang kami lakukan seminggu sebelum kegiatan dilaksanakan,” terangnya.

Perwakilan Bikers Brotherhood 1% MC Cp Tacibana, Hendra “ijo” Gunawan menuturkan, para pejuang kemanusiaan yang mendapatkan parsel ini adalah mereka sebagai tim medis ataupun petugas yang selalu menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, meliputi dokter, perawat, pemulasara jenazah serta petugas non teknis.

“Kami menyalurkan kepada tim medis ataupun petugas yang bekerja di rumah sakit Kota Tasikmalaya yaitu RS Jasa Kartini, RSUD Dr Soekardjo dan Tasikmalaya Medical Center,” tuturnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.