Muslim: Dinkes Kabupaten Tasik Ceroboh, Minggu Ini LPLHI Lapor ke Polda Jabar

427
0

TASIK – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim angkat bicara soal ditemukannya limbah medis di bekas kantor Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya di Cilembang.

Menurut Muslim, temuan ini menjadi kecorobohan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam mengelola limbah medis. Itu terbukti limbah tersebut sudah ada di bangunan tersebut sejak 2013.

Baca juga : Polisi Siap Tangkap Penyebar Hoax Corona di Kota Tasik

“Ini seolah dibiarkan bertahun-tahun di bangunan tersebut. Padahal jika tidak dikelola dengan baik, limbah medis ini bisa sangat berbahaya bagi masyarakat,” ujarnya, menjelaskan.

Muslim menilai pembiaran limbah medis itu ada indikasi kesengajaan atau kelalaian. Karena, seharusnya Dinas Kesehatan yang merupakan orang-orang kesehatan pastinya sudah paham dalam pengelolaan limbah medis dengan baik dan sesuai aturan.

“Tapi melihat kondisi ini seperti sebaliknya, Dinas Kesehatan seolah tidak mengetahui dan paham soal pengelolaan limbah medis. Sehingga dibiarkan bertahun-tahun,” katanya, menjelaskan.

“Apakah itu sisa obat atau limbah, yang jelas semuanya mengandung bahan kimia dan harus ada penanganan khusus. Sehingga tidak baik jika dibiarkan begitu saja bertahun-tahun,” ujarnya, menambahkan.

Lanjut Muslim, pihaknya meminta ada jaminan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya bahwa masyarakat di sekitar penemuan tidak terkena dampak dari pembiaran limbah medis bertahun-tahun.

“Ya bagaimana caranya lokasi tersebut harus benar-benar ada jaminan aman dari Dinas Kesehatan setelah pengangkutan limbah medis. Jangan sampai ada dampak terhadap masyarakat. Apalagi saat ini sedang ramai wabah virus corona,” ujar ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya ini.

Baca juga : Sukses Produksi Sendiri, Tiap Hari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Bagikan Ratusan Hand Sanitizer

Ketua Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia Kawasan Laut Hutan dan Industri (LPLHI-KLHI) Kota Tasikmalaya Asep Devo mengatakan, pembiaran limbah B3 medis ini jelas melanggaran Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kami akan segera ambil sikap untuk melaporkan Dinkes Kabupaten Tasikmalaya terkait pembiaran limbah medis. Rencananya kami laporan minggu ini ke Polda Jabar, saat ini kami sedang menyiapkan berkasnya. Kalau secara lisan sudah, bahwa kami ada temuan pembiaran limbah medis,” ujarnya. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.