Muspika Cisewu Garut Bubarkan Paguyuban Tunggal Rahayu

132
0
AKP Maradona Armin Mappaseng Kasat Reskrim Polres Garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kecamatan Cisewu bersama Muspika setempat sudah membubarkan kegiatan Paguyuban Tunggal Rahayu di wilayahnya. Pembubaran dilakukan setelah warga resah dengan aktivitas paguyuban tersebut.

“Aktivitasnya banyak bertentangan dengan warga, jadi warga resah. Sehingga kita bubarkan,” ujar Camat Cisewu Heri Hermawan saat dihubungi Kamis (10/9).

Baca juga : Cetak Uang Sendiri, Bakorpakem Garut Kaji Kegiatan Paguyuban Tunggal Rahayu

Menurut dia, masyarakat Kecamatan Cisewu tidak menerima keberadaan Paguyuban Tunggal Rahayu karena aktivitasnya banyak yang menyimpang ,baik itu dari ajaran agama maupun negara.

Meski meresahkan warga, kata dia, hingga kini situasi di Cisewu sangat kondusif. Warga pun berharap dengan pembekuan paguyuban bisa menghentikan keberadaannya.

Heri menerangkan mengenai warganya yang sudah menjadi pengikut Tunggal Rahayu, saat ini semuanya sudah membuat surat pengunduran diri. Surat itu akan diserahkan kepada ketua Paguyuban Tunggal Rahayu Kecamatan Cisewu.

Loading...

Dihubungi terpisah, AL, salah satu pengikut Tunggal Rahayu yang memilih mengundurkan diri mengaku keluar dari Paguyuban Tunggal Rahayu karena banyak yang menyimpang dalam kegiatan organisasi itu. AL yang masuk jadi anggota sejak Agustus 2020 menilai ada kejanggalan dari paguyuban itu.

AL mengaku sempat tertarik masuk karena dijanjikan mendapat sejumlah keuntungan berupa uang. Namun janji itu tidak terbukti hingga kini.

Sementara itu, Am, mantan anggota paguyuban mengatakan aktivitas Paguyuban Tunggal Rahayu di Kecamatan Cisewu sudah tidak aktif lagi.

Bahkan pimpinan paguyuban pun tak diketahui keberadaannya. “Saya enggak tahu di mana sekarang Cakraningrat itu. Di Cisewu katanya juga sudah tak ada aktivitas,” ujarnya.

Baca juga : Saat Transaksi Jual Mobil di Garut, Pria Ini Ditangkap Polisi Lalu Lintas..

Ia tertarik bergabung karena dijanjikan medapat deposito emas. Untuk menjadi anggota, Am dikenakan iuran sebesar Rp 100 ribu.

Rob (40), mantan anggota lainnya menyebut jika aktivitas di paguyuban biasanya sering membahas soal peningkatan ekonomi. Pimpinan paguyuban juga kerap membicarakan soal bantuan sosial dan pengajian. “Paling suka tawasulan,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.