Warga Kaget, Pertamax Menjadi Rp 10.400

Naik Lagi, Naik Lagi

5

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  kembali mengalami kenaikan sejak pukul 11.00 Rabu (10/10). Kenaikan BBM ini dinilai memberatkan masyarakat terlebih tanpa ada sosialisasi sebelumnya.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Jawa Barat Dian Hapsari Firasati menyebutkan kenaikan hanya terjadi pada Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Bio Solar. Sementara untuk Premium dan Pertalite masih harga tetap, meski pun sebelumnya telah diumumkan naik. Namun tak lama kemudian pemerintah membatalkannya.

Adapun harga baru Pertamax, kini menjadi Rp 10.400, yang mengalami kenaikan sebesar Rp 900 dari harga sebelumnya Rp 9.500. Sedangkan untuk bahan ba­kar lain yang meng­alami kenaikan yakni Pertamax Tur­bo dari Rp 10.700  menjadi Rp 12.250, Pertamina Dex dari Rp 10.500 men­jadi Rp 11.850, Dexlite dari Rp 9.000 men­jadi Rp. 10.500 dan Bio Solar Non PSO dari Rp 5.150 menjadi Rp 9.800.

Dian menjelaskan kenaikan atau penyesuaian harga BBM ini berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.34 Tahun 2018 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. Menurutnya, kenaikan ini merupakan efek dari naiknya harga minyak mentah dunia yang sudah menembus Rp 80 dolar per barel.

Terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Priangan Timur H Sigit Wahyu Nandika memastikan suplai BBM jenis Premium aman bagi Kota Tasikmalaya. Hanya saja, tidak semua SPBU memiliki kapasitas penyimpanan dengan jumlah produk BBM yang sama. “Rata-rata SPBU hanya punya 3-4 macam produk BBM yang dijual. Padahal BBM sendiri sampai 6 jenis,” ungkapnya.

Terkait titik mana saja yang menyediakan bahan bakar bersubsidi tersebut, dia belum bisa menjelaskan secara rinci. “Saya lupa lagi jumlahnya yang jelas pasokan Premium aman,” pungkasnya.

Sementara itu, kenaikan harga BBM dikeluhkan masyarakat. Khususnya konsumen Pertamax yang tidak tahu menahu adanya kenaikan harga. Seperti yang diakui Susi (50), warga Mitra Batik, Cipedes, Kota Tasikmalaya yang mengaku kecewa dengan naiknya harga Pertamax. “Apalagi naiknya sampai Rp 900, cari duit makin susah harga BBM malah naik,” ungkapnya.

Dia baru tahu adanya kenaikan harga tersebut pukul 12.00 dari teman-temannya melalui media sosial. Namun menurutnya, sudah terlambat karena pukul 11.00 harganya sudah naik. “Ya mau tidak mau kita ngikut harga baru. Cuma kenapa naik lagi, naik lagi, “ terangnya.

Hal sama dikatakan H Asep Saeful Anwar (45). Dia mengaku kaget karena tangki bensin sepeda motornya tidak penuh setelah diisi Rp 30 ribu. Setelah melihat keterangan di mesin SPBU barulah sadar kalau harganya sudah naik. “Biasanya ngisi segitu hampir penuh, tapi kok sekarang enggak, ternyata harganya naik,” terangnya.

Dari data yang dihimpun Fajar Indonesia Network (FIN), sejak era kepemimpinan Jokowi Widodo-Jusuf Kalla telah terjadi tujuh kali perubahan harga premium. Tiga kali mengalami kenaikan harga, sisanya mengalami penurunan.

Kenaikan pertama dimulai pada 18 November 2014 dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Pemerintah ingin mengalihkan subsidi ke sektor lain menjadi alasan utama kenaikan saat itu.

Lalu pada Januari 2016, harga premium menyentuh di harga Rp7 ribu. Dan kembali normal menjadi Rp 6.500 pada April 2016. Harga tersebut sama dengan nilai saat Jokowi-JK memulai periode kepemimpinan pada 2014 silam. (rga/igi/fin)

loading...