Naikan Tarif Parkir karena Defisit, Kebijakan Pemkot Tasik ini Bebani Masyarakat Kecil & gak Kreatif

138
0

KOTA TASIK – Guna mengantisifasi defisit nya anggaran di tahun 2020, Pemkot Tasikmalaya mengelauarkan berbagai kebijakan.

Salah satunya menaikan tarif parkir kendaraan mulai tahun baru 2020.

Sayangnya, kebijakan yang dianggap berbagai pihak sembarangan bahkan tak kreatif ini dinilai melukai masyarakat kecil.

Seperti yang dikatakan Anggota Komisi II DPRD Kota Tasik, Murjani, jika target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir di tahun 2020 harus naik dari angka Rp 2,1 miliar. Tentinya dengan tidak membebani masyarakat.

“Target PAD parkir memang harus naik, tapi tak membebani masyarakat. Di Jabar saja, Kota Tasik rangking kedua jumlah warga miskin terbanyak yaitu 76,8 ribu. Dengan kebijakan ini tandanya Pemkot tak kreatif menggali PAD,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, di Kota Tasik ini berdasarkan data yang di dapatkan dari BPS di 2019 saja jumlah pemilik roda empat sebanyak 38.390 ribu dan roda dua 248.514 ribu.

“Jika 1 kali parkir dalam 1 bulan yang didapat kotornya Rp 5.396 miliar,” terangnya.

“Ini simulasi kami dengan harga lama tarif parkir sebelum naik yaitu roda empat Rp 2.000 dan roda dua Rp 1.500. ini hitungan kita jika 1 kali parkir dalam 1 bulan dikali jumlah kendaraan sesuai data BPS. Itu jumlah kendaraan yang BPKB-nya Kota Tasik,” sambungnya.

Beber dia yang ditemui usai rapat Komisi II membahas kenaikan tarif parkir ini, artinya dengan simulasi itu angka target PAD dinaikan jadi Rp 3 miliaran juga masih bisa tercapai.

Padahal itu menggunakan tarif lama. “Jadi tak perlu naik tarifnya tinggal mengoptimalkan penggalian PAD-nya,” bebernya.

Hal senada dituturkan Ketua Komisi II, Andi Warsandi. “Jadi keputusan rapat ini maka kami akan memanggil pihak Dishub terkait menaikan tarif parkir Selasa (7/1).

Karena sangat jelas dengan alasan target naik tapi dengan tarif lama masih bisa tercapai,” tuturnya.

Jelas dia, nanti pihaknya selain mempertanyakan alasan mengapa menaikan, juga akan memberikan solusi agar tarif tetap memakai yang lama tetapi penggalian potensi PAD dari parkir bisa maksimal.

“Nanti kita bahas dengan Dishub. Karena jelas dengan tarif lama saja target PAD bisa tercapai. Jadi tak perlu menaikan tarifnya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.