Nambah 3 Positif Corona, Karantina 1 Kampung di Selaawi Garut Diperpanjang

222
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

SELAAWI – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut akan memperpanjang karantina mandiri salah satu kampung di Desa Samida Kecamatan Selaawi.

Hal itu dilakukan karena adanya penambahan kembali tiga kasus positif.

“Rencananya karantina satu kampung ini akan diperpanjang selama 14 hari, sesuai arahan dari pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Selaawi yang juga Camat Selaawi Ridwan Effendi saat dihubungi Rabu (10/6).

Baca juga : Saat Diskusi Kepsek SMKN Garut Bawa Senpi, Bupati: Tak Perlu Diributkan, Malu..

Selain memperpanjang karantina wilayah, pemerintah juga akan melakukan swab test massal di kampung yang sekarang dikarantina itu.

“Sekarang yang diisolasi ada 549 kepala keluarga. Selama karantina mandiri, mereka tidak diperbolehkan keluar kampung, termasuk warga luar pun dilarang masuk ke lingkungan tersebut,” uijarnya.

Selama isolasi, kata dia, seluruh kebutuhan pangan warga akan ditanggung Pemkab Garut.

Selain itu, pakan ternak warga juga akan dibantu pemerintah. “Kita sudah berikan untuk masing-masing KK dan didistribusikan melalui Dinas Sosial,” ujarnya.

Selain memerpanjang waktu karantina mandiri, Ridwan memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kecamatan Selaawi pun akan diperpanjang.

Namun kepastian perpanjangan masih menunggu surat keputusan bupati Garut.

Terkait swab test di Desa Samida, pihaknya masih menunggu instruksi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.

Dari informasi yang didapatnya, swab test massal akan dilakukan kepada 100 warga yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat ini ada 549 kepala keluarga (KK) di kampung itu masih menjalani karantina mandiri selama 14 hari sejak 29 Mei 2020.

“Rencananya seluruh warga yang dikarantina akan dilakukan rapid test. Kalau swab, hanya yang kontak erat saja,” terangnya. Menurut dia, pemeriksa massal penting dilakukan, supaya bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kecamatan Selaawi khususnya di Desa Samida.

Baca juga : Diskusi Sengketa Lahan, Kepsek SMKN Garut Bawa Senpi, Katanya Punya Izin

Ridwan menerangkan selama ini masyarakat yang terpapar Covid-19 di Desa Samida tidak menunjukkan gejala apapun. Seperti delapan orang yang positif.

Mereka merupakan orang tanpa gejala (OTG) yang sebelumnya mengikuti swab test. “Mudah-mudahan dengan pemeriksaan massal ini, bisa mengetahui lagi kondisi masyarakat yang ada di sana,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.