Napi Tasik yang Dirumahkan Diisukan Bawa Virus Corona, Begini Kata Ketua Manasix

266
0
Tolong jangan ’digoreng’ karena rasa tidak senang atau kepentingan tertentu.” Asep Ugar Ketua Mantan Narapidana Tasikmalaya (Manasix)

CIHIDEUNG – Sebagian narapidana Lapas Klas II B Tasikmalaya dirumahkan melalui program asimilasi efek Covid-19. Akan tetapi, tidak semua dari mereka benar-benar bisa hidup tenang.

Ketua Mantan Narapidana Tasikmalaya (Manasix) Asep Ugar mendapat keluhan dari sebagian napi yang dirumahkan. Hal itu berkaitan dengan sentimen dari warga sekitar. “Kebanyakan mereka digosipkan berpotensi membawa virus,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (14/4).

Baca juga : Puluhan Mahasiswa & Dosen UBK Tasik Jadi Relawan Covid-19 di 8 Posko Perbatasan

Padahal, menurutnya, kondisi mereka lebih steril, karena sejauh ini akses ke lapas cukup terbatas. Terlebih ada penerapan larangan besuk sejak mewabahnya Covid-19.

“Menurut saya kalau soal pembawa virus, masyarakat di luar lapas lebih berpotensi,” ujarnya.

Dia meminta pihak-pihak yang tidak senang secara personal kepada napi yang mendapatkan asimilasi menjadikan mereka objek kepentingan.

Loading...

“Tolong jangan ’digoreng’ karena rasa tidak senang atau kepentingan tertentu,” tuturnya.

Pihaknya mengakui bukan hal mudah bagi warga untuk menerima para napi kembali di lingkungannya. Hal ini lebih kepada kesalahan atau perilaku kriminal yang pernah mereka lakukan. “Tapi kami percaya, lapas memberikan asimilasi ini pun pastinya kepada mereka yang sudah menunjukkan kepribadian yang lebih baik,” tuturnya.

Dikhawatirkannya, sentimen kepada narapidana yang dirumahkan malah akan memicu para napi itu mengulangi kesalahan sebelumnya. Terlebih saat ini perekonomian yang sedang buruk. “Sudah ekonomi kurang bagus, jadi kambing hitam, kami khawatir mereka malah berbuat kejahatan lagi,” terangnya.

Baca juga : Begini Hari Pertama Asia Plaza Kota Tasik Buka Lagi

Di sisi lain, Asep Ugar pun berpesan kepada narapidana yang mendapat asimilasi supaya tidak mudah terpengaruh. Dia pun mendorong supaya kebijakan physical distancing menjadi momen bagi mereka semakin memperbaiki diri, khususnya hubungan dengan keluarga dan kerabat. “Sekarang kan masyarakat diarahkan untuk di rumah saja, khusus napi yang kemarin dirumahkan kita juga minta sebisa mungkin tetap di rumah bersama keluarga,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.