Narapidana Warga Pangandaran Kehilangan Hak Suara di Pilkada

64
0
radartasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Sebanyak 28 narapidana asal Kabupaten Pangandaran terancam tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang.

Komisioner KPU, Gaga Abdillah mengatakan, saat ini ada 28 narapidana yang menghuni Lapas Ciamis, awalnya jumlahnya ada 32 napi, dengan 4 orang lagi akan bebas sebelum bulan Desember.

“Sementara aturan dalam PKPU-nya menyebutkan bahwa, pembuatan TPS khusus di Lapas bisa dikakukan dengan syarat minimal jumlah pemilihnya maksimal 30 orang,” kata dia kepada Radar, Selasa (24/11).

Menurutnya, narapadina yang jumlahnya hanya 28 orang itu, dipastikan akan kehilangan hak suaranya. “Apalagi Lapas itu ada di Ciamis, sementara di Pangandaran belum ada,” ujarnya.

Kata dia, hilangnya puluhan hak pilih di Pilkada 2020 memang cukup disayangkan.”Ya bagaimana lagi, regulasinya sudah seperti itu,” katanya.

Loading...

Lanjut dia, pada Pemilu 2019 para Narapidana masih bisa menyalurkan hak pilihnya.

“Ada 31 narapidana yang masuk DPT waktu tahun 2019 kemarin,” ucapnya.

Selain hak pilih narapidana yang hilang, ada juga 3.119 Data Pemilih Tetap (DPT) yang terancam kehilangan hak pilihnya.

Hal itu karena mereka belum melakukan perekaman.”Jadi boro-boro punya KTP elektronik, kalau belum perekaman surat keterangan pasti juga tidak punya,” kata dia.

Padahal 3.119 DPT tersebut sudah layak untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Itu kewenangan Disdukcapil untuk menyelesaikan semuanya,” ungkapnya.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin mengklaim, bahwa 3.119 DPT yang belum perekaman, hanya tinggal ratusan.”Itu sudah ditangani oleh Disdukcapil,” katanya.

(deni nurdiansah)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.