Nasib GOR Sukapura yang Pernah Dipakai Porda Jabar 1992

420
0
berlatih. Klub Bola Voli Jaguar berlatih di GOR Sukapura di Kompleks Olahraga Dadaha Senin (1/1). Kini kondisi sarana olahraga tersebut memprihatinkan.

Kini Atapnya Bocor, Dinding Berlubang, Lantainya Rusak

Februari 1992, pecinta olahraga di Jawa Barat menjadi saksi megahnya GOR Sukapura di kompleks Dadaha. Di sana dipertandingkan aneka cabang olahraga. Namun, kini bangunan tersebut kondisinya memperihatinkan: atapnya bocor, dinding berlubang dan lantainya rusak.
DENI NURDIANSYAH, Tawang

PADA tanggal 2 Februari 1982, Bupati Tasikmalaya H Hudly Bambang Aruman dan Gubernur Jawa Barat H Aang Kunaefi meresmikan GOR Sukapura di kompleks Dadaha. Sampai saat ini prasasti peresmian bangunan tersebut bisa dilihat di bagian depan sport centre tersebut.
Sepuluh tahun kemudian, 1992, masyarakat Tasikmalaya berbangga. Kota Santri menjadi tuan rumah event olahraga terbesar di barat Pulau Jawa ini. Salah satu venue-nya adalah GOR Sukapura.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya H Eddy Supriyadi menceritakan saat itu bangunan di samping GOR Susi Susanti itu digunakan pertandingan aneka cabor. ”Pada 1992 digunakan bulu tangkis, voli, senam dan tinju,” katanya saat ditemui Radar di kantornya Senin (1/1).
Kini, 25 tahun berlalu. GOR Sukapura masih berdiri. Masih digunakan untuk pertandingan dan latihan basket, bola voli dan lainnya. GOR Sukapura juga masih menjadi ikon olahraga Tasikmalaya selain GOR Susi Susanti dan Gelanggang Generasi Muda (GGM).
Setelah Tasikmalaya dimekarkan menjadi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2001, GOR Sukapura, kata Eddy, pada tahun 2015 diserahkan secara resmi dari Kabupaten Tasikmalaya kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Saat diserahkan, kondisi GOR Sukapura, tidak seperti dulu. Terdapat kerusakan di setiap sudutnya. Bagian atap paling parah. Bocor. Sehingga jauh dari layak untuk digunakan sebagai event besar sekelas porda.
Eddy mengaku sudah menyampaikan kondisi terkini GOR Sukapura kepada Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman.
”Kita juga sampaikan GOR masih layak digunakan untuk event-event lokal. Namun harus dilakukan rehab secara total jika ingin digunakan untuk penyelenggaraan porda. Harusnya pemkot terus memelihara gedung legenda tersebut, tidak hanya saat momentum tertentu saja,” harapnya.
Terpisah, Ketua Klub Bola Voli Jaguar Didin Saprudin mengatakan bahwa GOR Sukapura memang sudah tidak layak untuk dipakai menggelar sebuah pertandingan, terutama bola voli. Karena kondisi bangunan sangat memprihatinkan. ”Atapnya bocor, kemudian daris segi estetika dindingnya juga bolong, lantainya juga rusak,” jelasnya.
Didin berharap besar pemkot melakukan perbaikan secepatnya. Sehingga bisa kembali seperti dulu dan menjadi tuan rumah porda. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.