Nasib Guru Honorer Ditentukan Oktober

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan berencana mengangkat guru honorer kategori dua (K2) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) pada bulan Oktober mendatang.

“Sabar dulu hingga bulan Oktober, kami ini sangat memperhatikan sekali guru honorer,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Pendopo Garut, Sabtu (8/9).

Menurut dia, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan mengecek data pegawai non PNS secara faktual sebelum nantinya diangkat menjadi P3K.

“Kami akan verifikasi faktual dulu, semua kelengkapan dokumen. Setelah lengkap baru kami angkat jadi P3K,” katanya.

Rudy mengakui saat ini peraturan pemerintah (PP) terkait pengangkatan P3K belum keluar. Meski begitu pihaknya ingin mempersiapkan dahulu sambil menunggu PP keluar.

“Kalau nanti sudah keluar (PP P3K, Red), kami sudah siap melakukan pengangkatan,” ungkapnya.

Terkait SK Penugasan, Rudy menegaskan keukeuh tidak akan mengeluarkannya. Karena melanggar peraturan pemerintah (PP) No 48 tahun 2015 dan UU ASN.

”Daerah lain bisa melakukannya (mengelurkan SK penugasan) karena jumlahnya sedikit dan tidak akan berpengaruh ke APBD. Beda dengan Garut yang jumlahnya mencapai 5.000 orang, jelas akan berpengaruh ke APBD kita,” terangnya.

Terpisah Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Sukarelawan (Fagar Sukwan) Cecep Kurniadi mengatakan ingin ada pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan menjadi P3K.

“Dari dulu juga kita menolak menjadi P3K, kami inginnya PNS,” jelasnya.

Menurut dia, para guru honorer tidak mau diangkat menjadi P3K, karena nasib ke depannya setelah pensiun tidak akan jelas.

“Namanya juga pegawai kontrak, setelah selesai kontraknya itu kan tidak jelas. Beda dengan PNS, setelah pensiun masih dapat dari pemerintah,” tandasnya. (yna)

loading...