Nasib Habib Rizieq Tidak Disinggung

35
0
REKONSILIASI. Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Jakarta (13/7). Pertemuan tersebut bagian dari rekonsiliasi usai Pilpres 2019. Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK
Loading...

LEBIH dari 1 jam Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu. Keduanya terlibat banyak perbincangan. Namun, keduanya tidak membahas soal Habib Rizieq Syihab yang selama ini disebut-sebut sebagai syarat rekonsiliasi.

“Nggak ada pembahasan itu. Sama sekali tidak ada pembahasan. Pak Jokowi dan Pak Prabowo lebih banyak berbincang soal negara. Bagaimana memajukan bangsa ini lebih baik ke depan,” kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di FX Plaza, Sudirman, Jakarta, Sabtu (13/7).

Pramono meyakini pertemuan Jokowi-Prabowo masih akan berlanjut. Hanya, dia tak bisa menyampaikan soal apa saja yang nantinya akan dibahas.

“Tentu saja pertemuan lanjutan akan digelar. Namun, apa saja yang akan dibahas belum bisa disampaikan,” katanya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq Syihab saat ini masih berada di Arab Saudi. Pihak pengacara menyebut Habib Rizieq terhambat untuk bisa kembali ke Tanah Air. Front Pembela Islam (FPI) menyebut ada permintaan dari otoritas Indonesia kepada otoritas Arab Saudi untuk mencegah Habib Rizieq Syihab. Permintaan itu disampaikan dalam saluran diplomatik dan non diplomatik.

“Masalah pokok itu adalah, adanya permintaan dari otoritas Indonesia ke otoritas Saudi, agar mencegah Habib Rizieq meninggalkan wilayah Saudi. Itu masalah pokoknya. Permintaan tersebut dilakukan baik melalui saluran diplomatik, maupun non diplomatik. Yaitu berupa informasi fitnah bahwa Habib Rizieq terkait dengan beberapa persoalan hukum di Indonesia. Padahal faktanya, sudah clear dari persoalan hukum, dengan adanya SP3 baik perkara di Polda Metro Jaya maupun di Polda Jabar,” kata Sekretaris Umum FPI Munarman.

Seharusnya, lanjutnya, pemerintah Indonesia menyampaikan klarifikasi ke Arab Saudi bahwa Habib Rizieq tidak mempunyai masalah hukum lagi. Munarman juga meminta pemerintah mencabut pencegahan terhadap Habib Rizieq.

Loading...

YAKIN TETAP BERSAMA

Terpisah, PKS menyambut baik pertemuan Jokowi dan Prabowo. Namun, PKS menyayangkan Prabowo yang tidak tegas menyerukan oposisi. “Pertemuan antarpemimpin membawa kesejukan. Akan baik jika Pak Prabowo menyatakan kami oposisi,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Jakarta, Sabtu (13/7).

Dia menilai pernyataan kami oposisi itu baik untuk demokrasi sekaligus menghindari timbulnya kekecewaan di kalangan pendukung. Mardani yakin jika Prabowo akan tetap bersama PKS di barisan oposisi.

“Jika pertemuan tidak diikuti dengan deklarasi #KamiOposisi, akan membuat kekecewaan pendukung. PKS yakin kok, Pak Prabowo dan pendukungnya akan tetap bersama. Karena oposisi itu baik dan mulia,” kata dia.

Sebelumnya dalam pertemuan dengan Jokowi, Prabowo mengatakan pihaknya juga akan mengkritik Jokowi. Sebab, demokrasi membutuhkan check and balance. Prabowo menegaskan kesiapannya membantu pemerintah. Namun, dia juga siap menjadi oposisi.

Sementara itu, mantan Cawapres Sandiaga Uno merasa terhormat jika diberi kesempatan menjadi oposisi.

“Saya betul-betul merasa terhormat kalau diberi kesempatan menjadi oposisi yang terus mengontrol dan mengawasi kinerja pemerintah,” ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu (13/7).

Menurutnya, pemerintahan ke depan membutuhkan oposisi. Dia berharap keberadaannya sebagai oposisi dapat mewarnai jalannya pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. (rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.